19 March 2020, 16:40 WIB

DPRD Babel Setuju DID Rp.25 Miliar Untuk Korona


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

DEWAN perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) setuju dan sepakat untuk penanganan pencegahan virus korona menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp.25 miliar.

Sekretaris daerah provinsi Babel Naziarto mengatakan DID Rp.25 miliar tersebt bukan hanya untuk antisipasi korona saja namun juga untuk sekretariat satuan tugas pencegahan korona di Babel.

"Aggaran tersebut untuk pembiayaan kegiatan peningkatan surveilaince, imunisasi dan kesehatan situasi khusus, serta usulan pembiayaan anggaran operasional sekretariat satgas pencegahan Covid-19," kata Sekda.

Alhamdullilah menurutnya DPRD Babel menyetujui DID Rp.25 miliar untuk permasalahan korona ini. Sehingga Babel dapat secara proaktif  menjalankan protokol penanganan korona.

"Anggaran DID ini akan dkeluarkan dengan prnsip 6 T,  Tepat Sasaran, Tepat Guna, Tepat Waktu, Tertib Administrasi, Tertib Hukum, dan Transparansi," ulasnya.

Ia menjelaskan anggaran ini untuk dua bulan dari 29 Maret hingga 29 Mei, untuk item pembiayaan semua keperluan baik biaya operasional atau pun penyediaan fasilitas yang dibutuhkan gugus tugas seperti pembelian disinfektan dan Alat Pelindung Diri (APD) serta renovasi ruang isolasi RSUP Soekarno.

Sementara, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Babel, Ferry Afriyanto, menjelaskan rincian belanja akan diuraikan Dinas Kesehatan Babel melalaui APBD perubahan. 

Menurut Fery Ada tiga alokasi anggaran yaitu dana tak terduga, DID, dan DAK bidang kesehatan. Namun, tapi tahap pertama akan digunakan DID dulu.

Ia mengaku. Pihaknya akan geser kegiatan yang ditetapkan di DID, terutama di kesehatan jika pada bulan Mei diperpanjang akan gunakan DAK kesehata.

"Dua bulan ini kami akan lakukan koordinasi dengan Dinkes dan Kemenkes untuk penggunaan dana DAK ini," kata Fery.

Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi, meminta agar dialokasikan anggaran untuk insentif dokter dan tenaga medis lapangan seperti perawat, karena menurutnya mereka juga garda terdepan di lapangan yang terjun langsung menangani pasien suspect covid-19.(OL-2)

BERITA TERKAIT