19 March 2020, 15:28 WIB

3 Warga di Bogor Positif Covid-19, Salah Satunya Meninggal Dunia


Dede Susianti | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Bogor merilis perkembangan terbaru terkait penyebaran virus korona Covid-19, Kamis (19/3).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, sejak ada kasus korona di Indonesia hingga Kamis (19/) pagi, jumlah orang yang dalam pemantuan (ODP) totalnya ada 83 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 39 orang sudah selesai atau sudah dinyatakan sehat. Sedangkan, sisanya sebanyak 47 orang masih dalam pemantauan.

Baca juga: Kasus Proyek Jalan Bengkalis, KPK Periksa Ketua DPRD Riau

"Kami masih tracking di sini dan tracking daerah lain yang ODP-ODP ini," kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang ditunjuk sebagai Ketua Siska (Siaga Antisipasi Korona) Kabupaten Bogor, Kamis (19/3).

Sedangkan, jumlah orang yang dalam pengawasan (PDP), total kasusnya ada 22 dengan yang sudah selesai 17 orang dan tersisa 5 orang.  "Sisanya yang lima orang itu masih diawasi,"katanya.

Sedangkan untuk PDP yang positif jumlah totalnya ada 3 orang. Dan satu orang diantaranya meninggal dunia, Rabu (18/3) malam di Jakarta.

Untuk yang positif ini, dua diantaranya warga Jakarta atau ber-KTP Jakarta dan satu orang warga Kabupaten Bogor.

"Jadi tiap hari akan kami kirimkan dan disiarkan ke kominfo. Harus kami informasikan berdasarkan peraturan kini tidak ada lagi istilah suspek. Sekarang hanya ada 3 istilah atau penyebutan yakni ODP, PDP dan konfirm artinya positif," pungkas Kusnadi.

Di kesempatan yang sama, Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan bahwa untuk Kabupaten Bogor kasus positif korona pertama.

"Iya, ini kasus positif pertama Kabupaten Bogor. Hari ini kita dapat tiga kasus positif. Yang meninggal dan yang satu positif. Dan satu lagi satu orang laki- laki 27 tahun, warga Cibinong. Dia seorang pramugara,"jelasnya.

Bupati Ade menjelaskan, satu warganya asal Cibinong yang positif Covid-19 itu punya riwayat perjalanan terakhir ke Singapura.

Sang pramugara itu merasakan gejala pada 6 Maret. Kemudian dilakukan pengambilan sampel pada 7 Maret di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Diinformasikan negatif tanggal 12 Maret via telpon dari pusat report korona (VHEOC).

"Kasus pulang tanggal 12 Maret dengan kondisi umum baik. Informasi hasil pemeriksaan kedua keluar tanggal 15 Maret via telpon ke VHEOC dan konfirmasi ke BPTKL dan Litbangkes. Hasilnya dinyatakan positif. Dia warga Bogor, warga kami. Kami mendapatkan kabar juga baru dan hari ini pun di jemput diisolasi,"ungkap Bupati Ade.

Baca juga: Bandara Ngurah Rai Terapkan Jarak Sosial

Terkait kasus pramugara ini, Bupati mengatakan sudah mengambil langkah-langkah. Selain mengisolasi pramugra tersebut, ada dua orang lagi yang disolasi.

"ODP otomatis yang berkaitan dengan orang tersebut seperti adiknya yang pembantunya. Karena dari odp pasti naik ke pdp. Jadi saya perintahkan untuk ODP pun harus isolasi mandiri karena belum terkena. Karena kalau ODP dibiarkan berkeliaran bisa PDP dan menularkan,"pungkasnya. (OL-6) 

BERITA TERKAIT