19 March 2020, 14:34 WIB

Umat di Lokasi Penahbisan Uskup Ruteng Tidak Dikarantina


Palce Amalo | Nusantara

RIBUAN umat yang mengadiri misa penahbisan Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, Pr, Kamis (19/3) tidak akan dikarantina. Kepala Biro Humas Setda Nusa Tenggara Timur Marius Jelamu mengatakan pemerintah daerah khawatir umat yang datang ke lokasi penahbisan uskup, terpapar virus korona. 

"Kekhawatiran itu menjadi dasar pertimbangan kita, dan sudah disampaikan ke panitia," ujarnya.

Karena itu, jauh-jauh hari pemerintah sudah minta panitia menunda pentahbisan, namun kegiatan itu ternyata tetap dijalankan. Untuk itu lanjut Marius, pemerintah daerah minta panitia memastikan seluruh umat yang datang ke lokasi penahbisan benar-benar sehat atau tidak terpapar virus korona.

Untuk itu, hal pertama yang dilakukan ialah acara penahbisan tidak dihadiri oleh umat yang baru datang dari luar negeri. Selain itu, seluruh umat yang datang wajib menjalani pemindaian suhu tubuh saat tiba di Bandara Komodo di Manggarai Barat. Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan ke Ruteng di Kabupaten Manggarai mengunakan mobil selama 2-3 jam. 

baca juga: IAI Bagikan 1.000 Botol Hand Sanitizer Hasil Produk Sendiri

"Sebelum tiba di Ruteng, seluruh peserta kembali menjalani pemeriksaan suhu tubuh di terminal bus antarkota setempat. Di lokasi acara, peserta kembali menjalani pemeriksaan suhu tubuh, dan lokasi itu tambah Dia, sudah disemprot disiinfektan," tambahnya.

Meskipun tidak ada peserta yang baru datang dari luar negeri, menurut Marius, panitia tetap mewaspadai umat yang datang dari daerah terpapar virus korona di Indonesia. Marius menilai tahapan pemeriksaan kesehatan itu sudah cukup sehingga tidak perlu melakukan karantina. (OL-3)

BERITA TERKAIT