19 March 2020, 14:09 WIB

Gubernur Babel Gencar Sosialisasi Pencegahan Covid-19


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

TANDA  silang berwarna hitam terpisah antara satu kursi dengan kursi lainya menghiasai ruang tunggu kedatangan dan keberangkatan terminal penumpang di Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung. Tanda silang hitam itu, seakan-akan memancar menyambut kedatangan Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan saat meninjau kesiapan pelabuhan Pangkalbalam untuk mengantisipasi penyebaran virus Korona atau covid-19 melalui pintu masuk pelabuhan.

Erzaldi tidak sendirian. Ia ditemani Kapolda Babel,Brigjen Anang Syarif Hidayat dan Kepala Kesehatan Pelabuhan Kelas III Pangkalpinang, Bangun Cahyo Utomo dan dinas kesehatan provinsi. Erzaldi terus melakukan sosialisasi dan pengecekan mulai dari Bandara Depati Amir, Pelabuhan Sadai diteruskan ke Pulau Lepar, Kabupaten Bangka dalam sehari. 

"Maaf pak. Maskernya agak terbuka,"pinta salah satu Staf ASN Pemprov Babel ketika Erzaldi bersama rombongan meninjau kesiapan pelabuhan Pangkalbalam mencegah korona.

Erzaldi pun tak canggung untuk membetuli masker berwarna oranye yang ia kenakan, Tak berselang Erzaldi  bertanya adanya tanda silang hitam maksut tanda-tanda silang hitam yang ada di kursi.


"Tanda silang ini apa," tanya Erzaldi. 

"Ini kita buat agar saat duduk ada jarak antara satu penumpang dengan penumpang lainya sehingga mereka tidak bersentuhan," kata Kepala KKP Pangkalpinang. Bangun yang berdiri disamping kiri Gubernur.

Bangun melanjutkan, saat ini masih kosong belum ada penumpang karena kapal belum masuk. Saat kursi kosong ini, seluruh kursi di terminal penumpang disemprot dengan disinfektan.

"Berarti semua sudah siap sebagai bentuk antisipasi ya, termasuk tenaga medis," kata Erzaldi kepada kepala KKP yang diiyakan Bangun.

Erzaldi mengatakan dirinya sengaja turun langsung untuk memantau pengawasan pintu-pintu masuk di Babel mulai dari pelabuhan dan bandara. 

"Saya mau pastikan SOP pencegahan korona ini sudah dijalankan. Seperti penyemprotan fasilitas umum dan medisnya, bagaimana saya cek semua," ujarnya.

baca juga: Peringatan Isra Mi'raj di Mesjid Sabilal Muhtadin Tetap Digelar

Ia mengaku dalam melakukan antisipasi ini berat sekali jika masyarakat tidak disiplin, seperti pemerintah memberikan kesempatan siswa belajar 
di rumah, tapi orang tua tidak mengawasi. Malah anak diajak main ke tempat keramaian yang memberi peluang terpaparnya virus korona. Ia mengharapkan dalam mengendalikan virus korona, masyarakat diajak bergotong royong.

Saat ini di Babel sudah ada 7 pasien dalam pengawasan dan dua orang dalam pemantauan. Sedangkan empat orang melakukan isolasi mandiri. Ia menambahkan untuk penanganan pecegahan korona ini, DPRD Babel sudah menyetujui anggaran Rp25 miliar. (OL-3)

BERITA TERKAIT