19 March 2020, 13:55 WIB

Psikolog UI Imbau Orang Tua tidak Bikin Anak Cemas Soal Covid-19


Ihfa Firdausya | Humaniora

Wabah virus korona (covid-19) yang semakin merebak di Indonesia membuat pemerintah mengintruksikan agar masyarakat beraktivitas di dalam rumah. Bahkan beberapa pemerintah daerah sudah meliburkan kegiatan sekolah. Namun, perlu diperhatikan faktor psikologis anak patut selama mereka berada di rumah.

Menurut Psikolog Universitas Indonesia (UI) Dr. Rose Mini Agoes Salim, karantina mandiri yang dilakukan di rumah memiliki dampak pada psikologis anak. Dia menyampaikan bahwa kecemasan bisa timbul akibat larangan keluar rumah.

Hal utama yang harus diperhatikan para orang tua adalah jangan membuat anak-anak cemas dengan kecemasan orang tua itu sendiri. "Cemas itu sangat mudah ditularkan. Dalam arti kata, orang tua yang cemas akan membuat anaknya juga cemas," kata Rose dalam teleconference dari Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (19/3).

Oleh karena itu, lanjutnya, para orang tua dilarang memberikan informasi bahwa orang yang terpapar covid-19 pasti meninggal.

"Kita fokus pada pemahaman bahwa korona bisa dicegah dan disembuhkan. Tegaskan pula bahwa orang yang terkena virus sudah ada yang sembuh," jelas Rose.

Baca juga: Pasien Covid-19 Kabur, Persi Sebut Penting Jaga Kondisi Psikologi

Di samping itu, dalam menginformasikan covid-19 pada anak, orang tua bisa melakukan edukasi melalui media-media yang mengasyikkan.

"Untuk usia balita atau batita, kita lakukan dengan menggunakan boneka dan video lucu," katanya.

Sementara bagi mereka yang sudah menginjak usia sekolah, edukasi bisa diawali dengan berdiskusi.

"Tanyakan dulu kepada anak apa yang mereka ketahui tentang covid-19. Bahan diskusi dimulai dari apa yang sudah mereka ketahui, sehingga mudah untuk mereka cerna," papar Rose.

Lalu yang terpenting, katanya, adalah selalu mengajarkan anak untuk menerapkan pola hidup sehat, termasuk berolahraga.

"Berada di rumah bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Katakan pada anak pola hidup sehat ini akan meningkatkan imun tubuh untuk melawan virus," tutur Rose.

Untuk itu, para orang tua harus banyak mencontohkan hal tersebut. "Beritahu anak langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak tertular. Misalnya dengan cara rajin mencuci tangan. Diajarkan juga bagaimana cara mencuci tangan yang benar. Tidak hanya ditaruh di bawah air keran lalu beres," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT