19 March 2020, 13:17 WIB

Gereja Betel Indonesia Imbau Umat Beribadah di Rumah


Rosmery Sihombing | Humaniora

SINODE Gereja Betel Indonesia (GBI) mengimbau umat yang berada di daerah zona merah atau wilayah yang sudah masuk dalam potensi penularan tinggi virus korona untuk beribadah di rumah masing-masing atau melalui live streaming.

"Ibadah bukan hanya di dalam gedung gereja. Ibadah adalah sikap pribadi kita kepada Tuhan. Ingatlah sebagai gembala (pendeta) kita juga harus memperhatikan keselamatan jemaat dan orang banyak," kata Ketua Umum Sinode GBI Pendeta Rudy Adi Abraham, melalui video yang diviralkan di kalangan umat.

Namun, lanjutnya, bagi daerah yang belum terpapar oleh virus mematikan itu, tetap boleh beribadah di gereja dengan syarat mengikuti SOP yang sungguh-sungguh menjaga kesehatan.

Menurut Abraham yang didampingi oleh Badan Pengurus Harian (BPH) dan Majelis Pertimbangan GBI, sebagai orang-orang beriman memang tidak perlu takut dengan virus korona. Ia juga meyakini Tuhan akan memberi perlindungan kepada umat-Nya.

"Namun, di sisi lain kita juga harus memperhatikan kebijakan pemerintah supaya virus korona segera bisa dicegah penularannya. Yaitu dengan menjaga jarak agar kita tidak melakukan pertemuan dengan orang banyak. Sebab, mungkin saja tanpa kita sadari bukannya kita takut tertular dari orang lain, namun bisa saja kita yang membawa carier menjadi penular bagi orang lain," tambahnya.

baca juga: Kemenag Pastikan Persiapan Haji Terus Berjalan

Untuk itu, Abraham mengajak seluruh jemaat GBI untuk memperhatikan instruksi Presiden Joko Widodo dan juga imbauan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) agar menjaga jarak antara satu dan lainnya.

"Mari kita berdoa supaya Tuhan sungguh-sungguh menolong kita agar wabah ini segera bisa dilalui oleh pertolongan Tuhan, salam sehat," pungkas Abraham. (OL-3)

BERITA TERKAIT