19 March 2020, 13:30 WIB

Ini Sebab Perlunya Menjaga Jarak Bahkan dengan Yang Tampak Sehat


Abdillah Marzuqi | Weekend

SEBERAPA cepat virus Corona menyebar? Pertanyaan itu pasti sering muncul, mengingat hampir setiap negara memasang kuda-kuda untuk menghadapinya. Bahkan, dalam waktu kurang dari seminggu, 10% pasien terinfeksi virus dari penderita yang belum menunjukkan gejala Covid-19.

Penelitian terbaru mengidentifikasi seberapa cepat sebaran virus corona. Studi itu dilakukan di University of Texas di Austin. Peneliti yang terlibat berasal dari Amerika Serikat, Prancis, Tiongkok, dan Hong Kong. 

Tim peneliti menghitung serial interval virus atau waktu yang diperlukan dari infeksi hingga gejala muncul. Mereka mengamati dua kategori penderita Covid-19 yakni yang menginfeksi orang lain dan yang terinfeksi. Hasilnya, serial interval rata-rata adalah sekitar empat hari. 

Kecepatan epidemi tergantung pada dua hal, yakni seberapa banyak orang yang terinfeksi dan berapa lama sebaran infeksi antar orang. Kuantitas pertama disebut nomor reproduksi, sedangkan kuantitas kedua adalah interval serial. Semakin pendek serial interval, penyebaran virus makin sulit dikendalikan.

"Ebola, dengan serial interval beberapa minggu, jauh lebih mudah dikendalikan daripada influenza, dengan interval serial hanya beberapa hari. Pada wabah Ebola, ada lebih banyak waktu untuk mengidentifikasi dan mengisolasi kasus sebelum menginfeksi orang lain," kata ahli biologi integratif dari University of Texas di Austin, Lauren Ancel Meyers.

"Data menunjukkan bahwa virus korona ini dapat menyebar seperti flu. Itu berarti, kita perlu bergerak cepat untuk menahan ancaman yang muncul," tambahnya.

Meyers dan timnya memeriksa lebih dari 450 laporan kasus infeksi dari 93 kota di Tiongkok. Mereka menemukan bukti bahwa orang tanpa gejala bisa menularkan virus atau disebut penularan pra-gejala. 

Sebelumnya, para peneliti belum bisa memastikan penularan pra-gejala pada virus korona. Penelitian itu dapat menjadi referensi untuk membuat kebijakan terkait penyebaran virus corona.

"Ini memberikan bukti bahwa kontrol secara luas dapat dibenarkan, termasuk isolasi, karantina, penutupan sekolah, pembatasan perjalanan, dan pembatalan pertemuan massal," tandas Meyers. (Sciencedaily/M-1)

BERITA TERKAIT