19 March 2020, 12:54 WIB

KAI Pastikan Stasiun dan Kereta Rutin Disemprot Disinfektan


Dwi Apriani | Nusantara

MESKI virus korona terus menyebar luas di Tanah Air, namun di Sumatra Selatan belum ditemukan satu pun warga dengan status positif Covid-19. Dan berkembangnya penyebaran virus itu pun sejauh ini tidak berdampak pada aktivitas masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi kereta api.

Manager Humas KAI Divisi Regional III Palembang, Aida Suryanti mengatakan, laju penumpang yang menggunakan jasa transportasi kereta api di Sumsel masih relatif normal. Diketahui berdasarkan catatan KAI, jumlah penumpang kereta api di Sumsel mencapai 28.000 penumpang selama Senin-Kamis (weekdays) dan 30.000 penumpang selama Jumat-Minggu (weekend).

"Catatan kita memang hingga saat ini jumlah penumpang kereta api baik dari Palembang-Lampung, ataupun Palembang-Lubuklinggau dan sebaliknya masih stabil dan relatif normal," kata Aida, Kamis (19/3).

Baca Juga:  Daop 5 Siapkan Cairan Pembersih Tangan di Stasiun

Namun Aida mengungkapkan selama beredarnya pemberitaan virus korona ini memang ada sejumlah penumpang yang menunda keberangkatannya. Hanya saja, jumlahnya tidak besar melainkan hanya beberapa tiket saja.

"Ada beberapa penumpang yang meng-cancel keberangkatannya selama pemberitaan virus ini merebak tapi memang jumlahnya tidak banyak. Hanya
beberapa, karenanya jumlah ini tidak begitu berefek terhadap jumlah penumpang kereta api secara rata-rata," jelasnya.

Agar masyarakat yakin tehadap kualitas keamanan dan kenyamanan menggunakan moda transportasi kereta api, pihaknya rutin membersihkan stasiun, ruang tunggu, toilet, gerbong kereta, kursi penumpang, ruang makan, dan sebagainya.

Pembersihan dilakukan dengan penyiraman disinfektan di berbagai tempat. "Kami ingin menyakinkan kepada masyarakat untuk tidak usah cemas dan
kuatir. Kami dari KAI memastikan bahwa semua bagian tempat umum di stasiun dan kereta sudah di bersihkan dengan disifektan," kata dia.

Baca Juga:  PT KAI Operasikan KA Khusus Sosialisasikan Pencegahan Korona

Bukan hanya di stasiun Kertapati, hal serupa dilakukan juga di stasiun lain seperti stasiun Muara Enim, stasiun Prabumulih, stasiun Tebing Tinggi, stasiun Lahat dan stasiun Lubuklinggau.

"Kami juga sediakan pos pelayanan kesehatan yang dilengkapi dengan tim kesehatan. Di pintu masuk keberangkatan juga ada tim kesehatan yang
melakukan pengecekan suhu penumpang dan disediakan cairan pembersih tangan. Ini upaya kami agar semua penumpang terlindungi dari virus korona," jelasnya.

Selain itu, saat ini pihaknya juga sudah menjalankan SOP yang sudah ditetapkan pemerintah pusat. Yakni di loket tiket diberlakukan jarak untuk masing-masing penumpang sejauh satu meter. "Di tempat antrean loket ada jarak dibatasi satu meter. Ada petugas khusus yang bertugas mengatur ini," kata dia.

Aida menegaskan, jika saat pengukuran suhu tubuh didapati calon penumpang dengan suhu tubuh diatas 38 derajat celcius maka tidak diperkenankan berangkat. Namun pihaknya akan mengarahkan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. "Untuk penumpang dengan suhu tinggi ini, tentunya akan kita kembalikan tiketnya. Biaya tiket dibayar penuh. Dan kita sarankan periksa kesehatan di rumah sakit terdekat," tandasnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT