19 March 2020, 12:05 WIB

Covid-19 Meningkat, PKS Heran Pemilihan Wagub Dipaksakan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

WAKIL Ketua DPRD DKI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdurrahman Suhaimi heran kepada panitia yang tergesa-gesa mengadakan pemilihan wakil gubernur, padahal kasus korona (Covid-19) di Ibu Kota meningkat.

"Korban korona di Jakarta semakin bertambah, di DPRD pun sudah ada yang jadi suspect. Kenapa harus dipaksakan dan kebelet? Dulu dihambat-hambat (pemilihan wagub), sekarang tergesa-gesa hingga tidak peduli dengan keselamatan jiwa," ujar Suhaimi saat dihubungi, Jakarta, Kamis (19/3).

Baca juga: Pilkada Serentak Tetap Gas Pol meski Dibayangi Virus Korona

Suhaimi menegaskan agar panitia berpikir ulang untuk mengutamkan keselamatan jiwa anggota dewan lainnya. Dalam pemilihan tersebut bakal hadir puluhan anggota dewan dan tamu undangan untuk hadir dalam rapat paripurna pemilihan wagub DKI pada Senin (23/3) mendatang.

"Kalau dipaksakan pemilihan wagub dengan mengabaikan keselamatan jiwa, mengabaikan arahan para ahli kesehatan, mengabaikan arahan pemerintah maka terlalu mahal harganya wagub," jelas Suhaimi.

Ia mewanti-wanti soal bahaya penyebaran korona diantara anggota dewan. Suhaimi juga menyebut panlih jangan meremehkan penyebaran korona yang sudah mengenai jajarannya.

Sekedar diketahui, dari 227 orang kasus positif di Indonesia, sebanyak 160 orang di antaranya adalah warga DKI Jakarta.

"Kalau sampai ada yg terpapar korona akibat dari meremehkan virus ini, maka akan sangat fatal dampaknya kepada dirinya, keluarganya, lingkungan dan penduduk negeri ini," ucap Suhaimi

"Sebagai pimpinan saya ikut betanggung jawab terhadap keselamatan anggota DPRD dan seluruh yang bekerja di DPRD serta masyarakat DKI," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT