19 March 2020, 11:52 WIB

Penahbisan Uskup Ruteng Tetap Jalan karena Disiapkan Sejak Lama


Palce Amalo | Nusantara

PENAHBISAN Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, Pr tetap dilaksanakan di tengah pandemi virus korona (covid-19) karena kegiatan itu dipersiapkan sejak lama.

"Tetapi mereka tetap mengikuti arahan kita yaitu dibuat sederhana dan tidak boleh melibatkan banyak umat," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Jelamu kepada Media Indonesia di Kupang, Kamis (19/3).

Namun, terkait pandemi virus korona, Gubernur NTT Vitkor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi batal menghadiri prosesi penahbisan yang sudah berlangsung sejak Kamis pagi. Begitu pula, Menkominfo Johny Plate juga batal menghadiri acara penahbisan tersebur. 

Menurut Marius, di lapangan, arahan pemerintah provinsi sudah diikuti yakni jumlah umat yang awalnya antara 7.000-8.000 orang, saat penahbisan hanya sekitar 1.000 orang, serta para umat diminta tetap menjaga jarak. Tempat duduk mereka sudah diatur berjarak satu meter. Selain itu, sebelum masuk lokasi penahbisan, seluruh umat tetap mejalani pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermogun, sedangkan ruangan gereja sudah dilakukan disinfektan. 

"Jadi, sudah dikontrol secar ketat," jelasnya.

baca juga: Doni Minta Penasbihan Uskup Ruteng Ditunda

Menurut dia, penahbisan dihadiri puluhan uskup dari seluruh Indonesia dan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia mewakili Paus Freansiskus. 

"Karena mengumpulkan para uskup dari seluruh Indonesia ini tidak mudah," pungkas Marius. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT