19 March 2020, 10:08 WIB

Meski Ada Pembatasan, Warga Malaysia Tetap Keliaran


Fajar Nugraha | Internasional

WARGA Malaysia belum benar-benar memahami alasan di balik perintah pembatasan pergerakan (movement control order/MCO). Pada Rabu (18/3), masih banyak orang yang berkumpul untuk mengambil makanan mereka atau bersantai di pusat jajanan.

Di salah satu restoran di Penang, banyak pelanggan terlihat menunggu pesanan makanan mereka. Sementara beberapa lainnya sibuk mengobrol tentang MCO.

"Bisnis saya tidak buka hari ini. Saya di sini hanya untuk melihat situasi," kata seorang yang menolak disebutkan namanya, seperti dikutip The Star, Kamis (19/3).

Baca juga: Ibu Negara AS akan Bintangi Iklan Kesadaran Covid-19

Beberapa pelanggan juga menemukan cara memilah makanan dengan minuman yang dikemas dalam kantong plastik di atas meja. Sementara warga yang lain menaruh minuman mereka di dalam gelas.

Puluhan pelanggan terlihat mengantre untuk makanan mereka karena tempat itu tidak lagi menggunakan meja.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan pembatasan total aktivitas publik dalam rangka menekan penyebaran virus korona (Covid-19) di seantero negeri, Senin (16/3). Pembatasan total berskala nasional ini akan diberlakukan mulai Rabu hingga 31 Maret mendatang.

Adapun beberapa pembatasan aktivitas publik yang diterapkan itu antara lain:

1. Menghentikan semua acara keagamaan, olahraga, dan juga perkumpulan sosial serta budaya. Semua ruang publik terkait urusan bisnis dan keagamaan juga akan ditutup. Pengecualian diberikan untuk toko makanan, kebutuhan pokok, pasar.

2. Larangan bepergian ke luar negeri bagi semua warga Malaysia. Mereka yang baru datang dari luar negeri diharuskan mengisolasi diri sendiri. Semua turis dan pendatang dilarang masuk ke Malaysia.

3. Semua sekolah negeri dan swasta, termasuk taman kanak-kanak, pendidikan anak usia dini, dan institusi pendidikan lainnya ditutup. Semua universitas negeri dan swasta juga ditutup.

4. Penghentian aktivitas seluruh agensi pemerintah dan perusahaan swasta, kecuali layanan-layanan penting seperti air dan listrik, telekomunikasi, jasa pengiriman, transportasi, bahan bakar, gas, minyak, penyiaran, perbankan, institusi kesehatan, farmasi, dinas pemadam kebakaran, pelabuhan, bandara, penjara, layanan kebersihan dan rantai penyaluran makanan.

Sebanyak 790 warga Malaysia terinfeksi virus korona ini. Sementara dua orang dilaporkan meninggal akibat virus yang muncul pertama kali di Tiongkok itu. (OL-1)

BERITA TERKAIT