19 March 2020, 09:45 WIB

Pilkada Serentak Tetap Gas Pol meski Dibayangi Virus Korona


Uta/Ind/P-1 | Politik dan Hukum

STATUS masa darurat bencana pandemi global virus korona baru (covid-19) tidak memengaruhi pelaksanaan pilkada serentak pada 2020.

Pemerintah memutuskan tetap akan melaksanakan pilkada ­serentak sesuai jadwal dan tahapan yang sudah ditentukan.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat yang dilakukan penyelenggara pemilu, yaitu KPU dan Bawaslu dengan Menteri ­Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Rapat dilakukan melalui ­layanan live streaming mengikuti arahan Presiden Joko Widodo yang mengimbau untuk melakukan social distancing terkait dengan upaya pencegahan penyebaran virus korona.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar membenarkan berdasarkan hasil rapat, tahapan Pilkada Serentak 2020 akan tetap dilaksanakan. Adapun tahapan yang sedang berlangsung saat ini ialah verifikasi faktual dukungan calon perseorangan serta pemutakhiran data pemilih.

“Berhubung tahapan ini melibatkan petugas yang turun langsung ke lapangan sehingga akan terjadi kontak dengan orang lain, maka KPU dan Bawaslu akan bergerak sesuai dengan protokol kesehatan,” tutur Fritz.

Menko Polhukam Mahfud MD menambahkan bahwa pilkada ­serentak pada 23 September 2020 berjalan sesuai jadwal meskipun ada perubahan pola kerja penyelenggara pemilu yang disesuaikan dalam mengantisipasi situasi darurat wabah virus korona baru tersebut.

“Ketua KPU meyakinkan kita semua bahwa sampai saat ini pilkada tidak ada perubahan jadwal, hanya pola kerja diubah,” ujar Mahfud.

Perubahan pola kerja yang ­dimaksud antara lain pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang sudah dimulai pada bulan ini. Pelantikan PPS tidak lagi harus berkumpul di kantor kabupaten ataupun wali kota, tetapi cukup dilakukan di kantor kecamatan.

Kegiatan itu pun bisa dilakukan bertahap sehingga tidak terjadi pertemuan orang secara masif guna meminimalisasi penularan virus korona.

Selain itu, tahapan verifikasi faktual bakal pasangan calon yang biasanya mengha­dirkan banyak orang atau pendukung akan diatur sedemikian rupa. (Uta/Ind/P-1)

BERITA TERKAIT