19 March 2020, 09:25 WIB

NasDem Usul Antisipasi Eskalasi Covid-19


TB/Pro/P-1 | Politik dan Hukum

WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Ahmad M Ali mengingatkan pemerintah untuk melakukan langkah antisipatif secara pararel dengan merealokasi anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak demi mengantisipasi penanganan pandemi covid-19.

Hal itu melihat fakta semakin banyak orang Indonesia yang meninggal akibat covid-19. Kemarin pemerintah mengumumkan 227 orang positif covid-19, 11 sembuh, dan 19 meninggal. Sehari sebelumnya (17/3), dari 1.255 pemeriksaan yang dilakukan, pemerintah mengumumkan 172 positif, 9 sembuh, 5 meninggal.

“Seperti halnya di Korea Selatan, semakin masif pemerintah melakukan pemeriksaan akan semakin banyak juga ditemukan pasien positif. Masifnya jumlah pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan contact ­tracing menjadi bahan bagi pemerintah Korea Selatan untuk melakukan langkah lanjutan yang diperlukan untuk melindungi warganya. Hal demikian juga harusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam meng­antisipasi eskalasi persebaran covid-19 di Indonesia,” ujar Ali.

Apalagi, sambung Ali, pemerintah memutuskan akan memperluas jangkauan pemeriksaan.

“Semakin banyak pemeriksaan yang dilakukan pemerintah justru baik untuk merencanakan langkah lanjutannya. Namun, pemerintah perlu mempersiapkan langkah antisipatif secara pararel dengan merealokasi anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak,” ujarnya.

Saat ini pemerintah melalui PMK No 6/KM.7/2020 sudah siap ­menyalurkan DAK bidang kesehatan dan dana bantuan operasional kesehatan dalam rangka pencegahan dan/atau penanganan coronavirus disease 2019 (covid-19) ke daerah.

“Pemerintah sebaiknya menyisir kembali APBN yang dapat dialokasikan untuk penanganan covid-19. Anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak sebaiknya juga dimasukkan pertimbangan persiapan dana antisipatif,” katanya.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menambahkan, semua pihak ­diminta mengikuti permintaan Presiden Jokowi agar melakukan jarak sosial (social distance) demi mencegah penularan korona. Pemangku kepentingan diminta menyosialisasikan pemahaman soal social distance di masyarakat agar berjalan efektif. “Kegiatan social distance atau social distancing dilakukan sebagai strategi mencegah dan memperlambat penyebaran virus,” ujar Lestari. (TB/Pro/P-1)

BERITA TERKAIT