19 March 2020, 06:44 WIB

Kawasan Sub-Sahara Afrika Laporkan Kematian Pertama Akibat Korona


Basuki Eka Purnama | Internasional

KAWASAN Sub-Sahara Afrika, Rabu (18/3), melaporkan kematian pertama akibat virus korona (Covid-19). Korban tewas itu adalah seorang politisi papan atas di Burkina Faso.

Hal itu memicu Kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyeus mengingatkan kawasan itu untuk bersiap menghadapi skenario terburuk.

"Afrika harus bersiap," ujar Tedros dalam konferensi pers di Jenewa. "Di negara lain, kita melihat bagaimana virus itu berakselerasi setelah mencapai titik tertentu."

Baca juga: Warga New York Andalkan Jasa Pesan Makanan

Afrika tertinggal dalam kurva global infeksi dan kematian akibat virus korona. Namun, dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan peningkatan dalam kasus penyakit tersebut.

Sejumlah pakar telah berulang kali memperingatkan mengenai bahaya virus korona di Afrika mengingat buruknya infrastruktur kesehatan, kemiskinan, konflik, sanitasi yang buruk, serta kepadatan jumlah penduduk di perkotaan.

Otoritas kesehatan di Negara Bagian Sahel, Burkina Faso, Rabu (18/3), melaporkan jumlah infeksi virus korona telah naik dari tujuh menjadi 27 dan salah satunya, seorang perempuan penderita diabetes berusia 62 tahun, telah meninggal dunia.

Partai oposisi Serikat untuk Kemajuan dan Perubahan (UPC), dalam sebuah keterangan resmi, mengatakan korban tewas itu adalah anggota partai mereka, Rose-Marie Compaore, yang menjabat Wakil Ketua Parlemen.

Afrika Selatan, negara dengan ekonomi terbaik di Afrika, melaporkan penambahan lebih dari sepertiga jumlah kasus dengan 31 kasus baru sehingga jumlah total kasus virus korona di negara itu menjadi 116.

Di Zambia, dilaporkan dua kasus baru yaitu pasangan suami istri yang baru kembali ke Ibu Kota Lusaka setelah berlibur selama 10 hari di Prancis.

Per Rabu (18/3), jumlah kasus virus korona di Afrika ada 600 kasus. Dari jumlah itu, tercatat 16 kematian yaitu enam di Mesir, enam di Aljazair, dua di Maroko, satu di Sudan, dan satu di Burkina Faso.

Jumlah itu sedikit dibandingkan dengan angka di dunoa. Jumlah korban tewas di dunia telah melewati angka 8.800 dengan jumlah terinfeksi hampir 210 ribu orang. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT