19 March 2020, 04:30 WIB

Negeri Tirai Bambu Bangkit dari Korona


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SAAT kasus terkait dengan virus korona baru (covid-19) di negara lain semakin tinggi, justru Tiongkok membawa kabar baik bahwa jumlah penderita baru menurun drastis.

Komisi Kesehatan Nasional Tiong­kok atau NHC mengatakan ada 13 kasus infeksi baru virus korona pada Selasa. Jumlah ini menurun dari jumlah sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 21 kasus. “Dua belas kasus baru ini melibatkan pendatang yang tiba dari luar negeri,” begitu dilansir Reuters, kemarin.

Aktivitas normal warga Tiongkok pun mulai berangsur terlihat, apalagi tersiar kabar viral tenaga medis Tiongkok mulai membuka masker sebagai tanda bahwa negara mereka telah cukup aman dari ancaman virus korona.

Seperti dikutip dari Kantor Berita Aljazeera, beberapa langsung pergi memancing sebagai perayaan atas hari-hari yang tertahan sebelumnya akibat virus mematikan tersebut.

Seperti warga Tiongkok bernama Yang, akhirnya dapat duduk tenang di bawah pohon yang tak bisa ia lakukan sejak pandemi virus korona mulai menyapu seluruh Tiongkok sejak Januari, yang juga mendorong penguncian besar kota dan provinsi di seluruh wilayah.

“Dua bulan terakhir terasa tak nyata dan percayalah umurku hampir 70 tahun, dan aku sudah melihat banyak hal. Namun, kita semua masih hidup dan aku senang bahwa yang terburuk telah berlalu.”


Rasa lega

Setelah berminggu-minggu jalanan kosong dan warga berlindung di rumah demi keamanan, Shanghai telah berubah dalam beberapa hari terakhir.

Kafe dan beberapa lokasi wisata telah dibuka kembali. Penduduk kota terbesar Tiongkok muncul kembali untuk tai chi di taman atau untuk berswafoto di sepanjang tepi sungai di bawah sinar matahari musim semi yang cerah.

“Saya sangat takut. Rasa takut terus berlanjut,” kata Zhang Min, 50, pemilik perusahaan pemasok peralatan kantor, saat berjalan-jalan di taman Shanghai.

“Namun, sekarang semuanya baik-baik saja, tidak seperti orang-orang di luar negeri yang terlibat dalam pembelian panik.”

Presiden Xi Jinping menyatakan selama kunjungan 10 Maret ke kota pusat gempa Wuhan yang masih terkunci di Provinsi Hubei bahwa Tiongkok telah membalikkan keadaan dan seorang pejabat ekonomi terkemuka mengatakan bahwa 90% bisnis di luar Hubei beroperasi lagi.

Sementara itu, saham perusahaan Jepang Fujifilm Holdings meroket pada Rabu (18/3), setelah Tiongkok mengatakan obat yang diproduksi perusahaan itu bisa efektif untuk mengobati pasien korona.

Seluruh warga di berbagai penjuru Belanda serempak memberikan apresiasi kepada petugas medis. Mereka bertepuk tangan untuk memberi semangat kepada para dokter dan perawat.

Suara tepuk tangan itu terdengar­ meriah selama 3 menit di berbagai sudut kota di lingkungan perumahan,­ Selasa 17 Maret malam waktu setempat. Warga melakukan aksi itu di pinggir jalan depan rumah, halaman belakang, balkon, atau di dalam rumah dan depan jendela kaca.

“Buat saya ini adalah bentuk dukungan dari kami warga di sini,” kata Willy Overink, warga Belanda yang tinggal di Deventer.

Aksi tepuk tangan solidaritas selama 3 menit ini digaungkan melalui Facebook dan diteruskan melalui media sosial lainnya, seperti Whats­app atau Instagram.

Institut Nasional untuk Kesehatan Publik (RIVM) Belanda mencatat 292 kasus baru sehingga jumlah penderita kini sudah mencapai 1.705 kasus.  (AFP/Aljazeera/Nur/I-1)

BERITA TERKAIT