18 March 2020, 23:40 WIB

Pebalap Sepeda Eropa 'Menganggur' Sementara


Antara | Internasional

PANDEMI virus korona (COVID-19) telah memaksa para pebalap sepeda profesional di Eropa "menganggur" sementara, karena tak bisa turun ke jalan untuk berlatih maupun berkompetisi.

Semua ajang balap sepeda ditiadakan hingga akhir April, sedangkan para pebalap sepeda di Prancis dan Spanyol, dua negara yang menjadi basis, mengaku tak bisa berlatih di luar. "Saat ini aku tidak berlatih, aku mengambil jeda satu pekan," ungkap pebalap Prancis Julien Bernard yang membalap untuk tim Trek-Sefafredos kepada Reuters, Rabu (18/3).

Dia menambahkan, "Kami tak tahu kapan balapan bisa dilanjutkan, paling cepat akhir Mei."

Menteri olahraga Prancis Roxana Maracineanu pun saat ini menyatakan tak ada pengecualian. "Jelas jika lockdown berlaku untuk semua, termasuk atlet."

Uni sepeda internasional UCI menyatakan pada Rabu, ketika musim kompetisi berlanjut, mereka akan memberi prioritas untuk melanjutkan kalender balapan dan termasuk lima balap sepeda klasik atau lima Monumen (Milan-Sanremo, Tour of Flanders, Paris-Roubaix, Liege-Bastogne-Liege dan Tour of Lombardy), serta tiga Grand Tour (Italia, Prancis dan Spanyol).

Pemerintah Prancis menerapkan status lockdown, melarang warga masuk atau keluar dari wilayahnya, selama dua pekan, namun mengisyaratkan jika kondisi tersebut bisa diperpanjang.

Italia menerapkan kebijakan serupa, namun para pebalap masih diperbolehkan berlatih di luar, tapi juara dunia U-23 Samuele Battistella mendapat kecaman di media sosial ketika warganet tahu ia mengendarai sepeda di pusat Bassano del Grappa, Provinsi Vicenza. (OL-12)

BERITA TERKAIT