18 March 2020, 23:08 WIB

Social Distancing Harus Dipahami Seluruh Elemen Masyarakat


Putra Ananda | Humaniora

PEMERINTAH telah mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan social distancing dengan mengurangi aktifitas di luar rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona di Indonesia.

Namun, karena hanya bersifat imbauan, keefektifan kebijakan ini amat tergantung dari peran masyarakat yang sadar dan peduli akan pentingnya kesehatan satu sama lain.

Pengamat kebijkan publik Agus Pambagio mengatakan, arahan pemerintah terkait social distancing harus dijadikan momentum sebagai gerakan sosial bersama. Setiap orang harus kembali peduli terhadap kepentingan sesama denga tidak egois mementingkan kepentingannya sendiri.

"Harus ada gerakan sosial bersama dari masyarakat bahwa kita saat ini sedang menghadapi bencana," ujar Agus saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/3).

Agus menuturkan, berdasarkan pengamatannya hingga saat ini belum semua masyarakat memahami betul pentingnya melakukan social distancing memerangi korona, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Baca juga : TNI/Polri akan Dilibatkan Agar Masyarakat Patuhi Social Distance

"Ini kan kebijakan social distancing baru pertama kali di laksanakan. Pilihan selain ini ialah lockdown yang tentu lebih mahal costnya," ungkap Agus.

Untuk itu, agar kebijakan social distancing betul-betul efektif, selain berharap kepada kelas menengah yang sudah memahami arahan pemerintah, pemerintah juga dinilai perlu memberlakukan pengawasan social distancing secara serius.

Penerapan social distancing sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang berkaitan erat dengan pembelian bahan kebutuhan makanan.

"Begitu kebijakan ini tidak diawasi maka akan berbahaya. Apalagi ada isu-isu di media sosial. Karena terbukti ketika ada isu yang tidak pas maka yang punya uang akan borong. Itu ga boleh. Kita harus punya rasa peduli satu sama lain," pungkasnya.

Menurut Agus, korona tidak ubahnya dengan bencana alam seperti gempa bumi maupun tsunami yang pernah terjadi di Indonesia. Karena sama-sama bencana maka sejatinya masyarakat bisa bahu membahu untuk membantu satu sama lain dengan mengesampingkan kepentingan diri sendiri.

"Kita bisa mulai galang bantuan untuk tenaga kesehatan yang terus bekerja. Bagaimanapun caranya kita harus bantu. Bisa seperti saat tsunami dengan cara membuka jalur donasi yang saat ini ditujukan bagi para tenaga kesehatan," ujarnya. (Uta)

BERITA TERKAIT