18 March 2020, 22:44 WIB

Tanpa Izin, Polisi tak Bubarkan Ijtima Ulama Dunia di Gowa


Lina Herlina | Nusantara

RIBUAN peserta Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia yang datang dari 48 negara, sudah memadati lokasi kegiatan, yang bakal digelar di Kompleks Darul Ulum, Kecamatan Bontomarannu, Gowa. Pakkatto, Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (19/3).

Sebelumnya, pihak Pemerintah Kabupaten Gowa sudah mengeluarkan surat penyampaian Bupati Gowa kepada panitia kegiatan, untuk menunda kegiatan Ijtima Dunia 2020 Zona Asia tersebut. Bahkan Bupati Gowa menyebut sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah terkait penundaan kegiatan.

Penundaan, kata Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Muchlis, dilakukam terkait merebaknya virus korona Covid-19 dan mencegah penularan virus yang sudah menjangkiti lebih dari 200 orang di Indonesia itu.

"Berdasarkan arahan pak bupati, maka semua kegiatan di Kabupaten Gowa untuk ditunda termasuk Ijtima Asia ini," ungkapnya.

Tapi kenyataanya, sejak Rabu (18/3), ribuan peserta Ijtima sudah memadati area kegiatan. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Mas Guntur Laupe mengatakan, para peserta itu memaksa ikut kegiatan padahal tidak ada izin dari pemerintah daerah.

Baca juga : Polres Kediri Siap Tindak Penyemprotan Disinfektan Berbayar

"Mereka ngotot kegiatan tetap dilakukan, karena kegiatan Pertemuan umat muslim tema "Ijtima Dunia 2020" itu telah dilakukan persiapan sejak tahun lalu. Jadi apa pun halangannya tetap dilaksanakan," seru Mas Guntur menyampaikan alasan panitia tetap menggelar kegiatan.

Mas Guntur juga menjelaskan, jika sebagian warga negara asing itu adalah bagian dari jemaah tablig yang masuk ke Indonesia, jauh sebelum wabah korona menyebar. "Kan ada jemaah tablig tinggal di masjid di Sulsel sambil menunggu tanggal besok ini," jelasnya.

Sayangnya Polisi tidak berniat membubarkan kegiatan itu dengan alasan bahwa efeknya akan sangat besar di masyarakat.

"Bisa saja kami larang dan dorong untuk bubar, tapi lebih besar mudaratnya daripada baiknya. Nanti pulang keluar dari sana dia akan ke seluruh masjid di Makassar dan akan dijadikan tempat singgah mereka, karena dianggap rumah Allah," urainya.

Polisi pun mengambil langkah, hanya dengan melakukan pengawasan, dan dicek satu-satu.

"Untuk sementara tidak ada apa-apa, semua sehat. Tapi kita kan tidak tahu apakah ke depan. Tapi yang jelas SOP sudah kita lakukan bersama pemerintah setempat," tutup Mas Guntur.

Terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan jika kegiatan di Gowa itu ditunda.

Baca juga : Muktamar Nasional PII ke XXXI di Ternate Ditunda

"Bahkan Bupati Gowa Adnan Purichta sudah menolak kegiatan itu. Bahkan kemarin kami bersama Forkopimda Sulsel, bersama Kapolda dan Pangdam memutuskan kegiatan itu ditiadakan. Bahkan beberapa kegiatan nasional maupun internasional di Sulsel itu semuanya kita tunda," jelasnya.

Nurdin mengaku kaget, tiba-tiba sejak kemarin, Selasa (17/3), peserta mulai berdatangan.

"Nah, oleh karena itu, inisiatif Kapolda, agar orang ini tidak kemana-mana. Kita jemput di pelabuhan, kita arahkan agar terkontrol semua. Jadi kita antar sampai ke tempat markas mereka. Sekarang kita ada tim kesehatan di sana," jelas Nurdin.

"Kegiatan itu tidak ada izin. Sekarang kita lagi negosiasi supaya mereka tidak melanjutkan acara itu, dan mempercepat kepulangan mereka. Jadi sekarang kita sudah lokalisir jadi tidak ada dimana-mana dan satu tempat," sambung Nurdin.

Ia mengungkapkan, telah menyiapkan tim kesehatan dari provinsi untuk mengecek kesehatan peserta satu per satu. (OL-7)

BERITA TERKAIT