18 March 2020, 21:54 WIB

PP Perdalin Dorong Masyarakat Aktif Kurangi Penularan Covid-19


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MASYARAKAT harus turut aktif mengambil bagian dalam upaya mengurangi risiko penularan pandemi virus korona (covid-19).

Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Pengendalian Infeksi Indonesia (PP Perdalin) Hindra Irawan Satari di Jakarta, Rabu (18/3), mengungkapkan keterlibatan aktif itu berupa menjalani kebiasaan sehat dalam mengurangi penularan virus tersebut.

Di antaranya mencuci tangan dapat dilakukan dengan hand sanitizer atau sabun dengan air mengalir, menghindari kebiasaan menyentuh area muka, melakukan pola hidup bersih dan sehat, serta menjalani etika batuk dan bersin.

Baca juga: 65 orang di Kabupaten Tangerang Dinyatakan Suspect Covid-19

"Masker medis digunakan bagi para penderita dengan gejala batuk atau riwayat kontak dengan penderita, orang dalam pemantauan (ODP), atau pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19. Tidak perlu digunakan dalam keadaan sehat," sebutnya

Kemudian, melakukan pemeriksaan diri ke dokter bila terdapat gejala batuk pilek atau demam. "Dan selalu ikuti petunjuk dokter."

Begitu juga membuat laporan diri ke institusi layanan kesehatan terdekat bila terjadi kontak dengan ODP/PDP Covid-19 dan menjalani isolasi rumah.

"Jangan panik. Cermat dalam menerima informasi. Konfirmasi kepada institusi pelayanan kesehatan terdekat, dan hindari kegiatan berkelompok," paparnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga memberi rekomendasi kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam tata laksana penyakit covid-19. Seperti, meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan, jangan menyentuh area muka, Iaksanakan pola hidup besih dan sehat.

"Tentunya patuhi etika batuk, lakukan kewaspadaan isolasi (kewaspadaan standar dan kewaspadaan berdasar transmisi) dan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan kewaspadaan isolasi melaui konsolidasi dcngan manajemen rumah sakit," lanjutnya

Selanjutnya rekomendasi PP Perdalin kepada fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi penularan covid-19, setiap RS wajib melakukan kewaspadaan isolasi dan dinas kesehatan wajib memiliki fasilitas ruang isolasi di wilayah kerja serta memanfaatkan secara optimal dengan komunikasi yang transparan,

Begitu juga menjamin perlindungan tenaga kesehatan dengan memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan membatasi akses masuk serta menempatkan petugas kesehatan pada akses masuk untuk melakukan pengukuran suhu kepada semua individu.

"Berikan edukasi kebersihan tangan serta etika batuk kapada pengunjung yang membutuhkan," tegasnya

Apabila pada pengukuran suhu didapatkan pengunjung demam, diberikan masker medis dan diarahkan ke UGD dengan jarak penempatan minimal 2 meter dari pasien Iain. (X-15)

BERITA TERKAIT