18 March 2020, 21:42 WIB

Pemkab Bandung Barat akan Tutup Tempat Wisata Antisipasi Korona


Depi Gunawan | Nusantara

Pemkab Bandung Barat akhirnya menutup tempat wisata, terutama di kawasan Lembang, selama dua pekan atau 14 hari. Penutupan ini untuk mengantisipasi penyebaran virus korona (Covid-19).

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, penutupan objek wisata itu dilakukan agar tidak ada kegiatan yang sifatnya mengundang massa, sehingga penyebaran virus asal Kota Wuhan itu bisa diminimalisir.

"Saya sudah memohon kepada seluruh pemilik obyek wisata di Bandung Barat agar tutup sejak hari ini hingga 14 hari ke depan," kata Aa Umbara saat kegiatan Panggung Sangkuriang di Pemkab Bandung Barat, Rabu (18/3).

Baca Juga: Sumbar Luncurkan Website Pantau Korona

Dia mengatakan, kesadaran pengelola wisata setelah keluarnya keputusan itu memang cukup antusias. Hanya saja, ada beberapa pengelola yang keberatan karena harus memikirkan nasib karyawannya.

"Kalau yang keberatan pasti ada. Namun ini demi kebaikan agar ke depan tidak terjadi apa-apa. Mudah-mudahan dengan adanya penutupan wisata, penyebaran virus korona tidak terus terjadi," ujar Aa Umbara.

Dirinya memastikan, tidak akan ada pengelola yang melanggar aturan dengan masih buka. Karena jika instruksi pemerintah sudah keluar, pasti akan dipatuhi.

"Dengan melihat kondisi saat ini, masalah ekonomi jangan dipikirkan, tetapi pengelola harus memikirkan masalah kesehatan. Soal materi masih bisa dicari," tuturnya.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Penerapan Rapid Test Telusuri Kasus Covid-19

Aa Umbara menyebutkan, obyek wisata di kawasan Lembang masuk ke dalam 10 besar destinasi paling banyak dikunjungi di Indonesia. Sehingga hal ini dipastikan menjadi sorotan pemerintah pusat jika tidak dilakukan penutupan.

"Besok dinas terkait akan turun memantau. Nanti kalau virusnya sudah aman akan dibuka lagi. Kita lihat saja perkembangannya," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bandung Barat, Sri Dustirawati menambahkan, dirinya akan segera menindak lanjuti arahan bupati dengan menyiapkan surat edaran. "Sekarang sih belum tutup, mungkin setelah surat edaran keluar, besok mulai tutup," kata Sri.

Penutupan kunjungan objek wisata ini, lanjut dia, diprediksi akan dilakukan dalam 14 hari ke depan sesuai ketentuan awal. Hal itu juga didasari kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat.

"Beberapa pengelola obyek wisata memang ada yang mengeluh karena mereka punya karyawan yang gajinya tetap harus dibayar. Tetapi, kita coba komunikasikan agar mereka paham potensi ancaman jika terus dibuka," tambahnya. (DG/OL-10)
 

BERITA TERKAIT