18 March 2020, 19:52 WIB

Dinkes Temanggung Pinjam Baju Penyemprot Hama buat Jemput Pasien


Tosiani | Nusantara

LANTARAN kehabisan stok alat pelindung diri (APD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, akan meminjam baju penutup yang biasa digunakan petugas penyemprot serangga dan hama Dinas Pertanian bagi petugas kesehatan untuk menjemput pasien diduga penderita virus corona (covid-19).

Baca juga: Plt Bupati Cianjur Paksa Bos BUMD Pulang dari Eropa Lebih Awal

"Karena baju cover untuk petugas kesehatan sudah habis, benar-benar kosong, kami tidak bisa melakukan pengadaan segera karena barangnya tidak ada," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Temanggung Suparjo di kantornya, Rabu (18/3).

Kepala Dinkes Kabupaten Temanggung Suparjo. (MI/Tosiani)

Itupun, lanjut dia, dengan jumlah terbatas. Sebab, Dinas Pertanian hanya memiliki delapan unit pakaian.

Menurut dia, pemerintah sudah kesulitan mendapatkan baju penutup sesuai standar kesehatan di pasaran.

Baca juga: Orang Berstatus ODP Korona di NTT Bertambah Jadi 15 Orang

Padahal, dia memperkirakan, dibutuhkan setidaknya 160 unit pakaian untuk 14 hari.

"Terutama untuk penjemputan pasien. Butuh tiga untuk petugas kesehatan, juga driver ambulans supaya tidak terpapar virus. Ambulans ada dua untuk respons cepat, tiap puskesmas juga punya dua ambulans, tapi kita tidak bisa jemput karena tidak ada APD,"kata Suparjo.

Baca juga: Gubernur Sulsel Akui Beli Alat Uji Covid-19 Tanpa Izin Kemenkes

Adapun untuk RSUD Temanggung, kata Suparjo, baru akan mengambil APD dan sejumlah sarana dan prasarana dari Pekalongan. Namun, Dinkes juga tidak bisa memastikan apakah RSUD akan mendapat APD.

"Saat ini untuk APD kami hanya punya stok masker sebanyak 8.000 untuk petugas kesehatan saja,"ujarnya.

Pada 8 Maret, menurut Suparjo, Dinkes Temanggung telah mengajukan permintaan ke provinsi melalui surat resmi. Permintaan itu berupa baju cover sebanyak 500 unit, masker N-95 (1.250 unit), masker bedah (250 ribu unit), sepatu boot (120 pasang), sarung tangan nonsteril (30 ribu pasang).

Lalu sarung tangan steril (2.500 pasang), sarung tangan panjang (700 pasang), dan kacamata (120 unit). "Tapi sampai saat ini belum dikirim,"katanya.

Di Temanggung sudah ada tiga pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Temanggung, serta ada 371 orang dalam pengawasan (ODP).

Mereka memiliki riwayat melakukan perjalanan ke luar negeri dan ke luar daerah yang terjangkit. Dari 371 OPD itu, 25 orang sudah mengalami demam.

Direktur RSUD Temanggung Tetty Kurniawati malah sewot ketika ditanya perihal kurangnya APD untuk petugas kesehatan yang menangani covid-19 di rumah sakit yang dipimpinnya.

"Kenapa sih kalian nanya APD, kalau tidak ada, kalian mau ngasih? Iya mau ngasih? Kalau tidak ada ya gampang, nanti kami tinggal minta ke Dinkes," kata Tetty. (X-15)

BERITA TERKAIT