19 March 2020, 00:00 WIB

NasDem Dorong Antisipasi Eskalasi Covid-19


MI | Nusantara

PENANGGULANGAN korona harus dilakukan all out. Wakil Ketua Partai NasDem Ahmad M Ali menyatakan dukungan jika pemerintah harus memperluas contact tracing guna melakukan langkah lanjutan yang dibutuhkan untuk melindungi warga.

“Kami sepakat mendukung jika pemerintah memutuskan akan memperluas jangkauan pemeriksaan. Makin banyak pemeriksaan akan semakin baik untuk merencanakan langkah lanjutan,” ujar politikus asal Sulawesi Tengah itu, kemarin.

Terkait pendanaan, ia meminta pemerintah melakukan persiapan antisipatif secara pararel dengan merealokasi anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak. “Pemerintah sebaiknya menyisir kembali APBN yang dapat dialokasikan untuk penanganan covid-19.
Anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak sebaiknya juga dimasukkan dalam pertimbangan persiapan dana antisipatif.”

Ketua Fraksi NasDem DPR RI itu menjelaskan sejumlah anggaran belanja barang kementerian dan lembaga yang rencananya dialihkan untuk menjadi belanja modal dan Infrastruktur dapat menjadi pilihan dana antisipatif. Selain itu anggaran proyek infrastruktur yang merupakan tambahan proyek strategis 2020-2024 juga dapat menjadi sumber pendanaan.

“Saat pembahasan anggaran tahun lalu pemerintah sudah memetakan ada 22% alokasi anggaran belanja barang yang bisa dialokasi ke belanja modal. Itu juga bisa dipakai. Selain itu, dana penyertaan modal negara di BUMN juga bisa ditunda kecuali yang berkenaan dengan penyelesaian utang yang tidak bisa ditunda,” lanjutnya.

Rencana alokasi belanja kementerian yang besar seperti di Kementerian Pertahanan, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ahmad Ali meminta ditinjau ulang untuk direalokasi. BUMN juga harus dimintai dana CSRnya untuk mengantisipasi eskalasi Covid-19.

Menurut dia, semua anggaran disisir kembali untuk bisa dikerahkan. “Dana yang memadai guna membangun basis logistik yang kuat dalam mengadapi potensi eskalasi Covid-19 mutlak diperlukan pemerintah,” tegasnya.

Meski Indonesia belum memasuki puncak penyebaran kasus covid-19, dia meminta persiapan menghadapinya perlu dilakukan sedini mungkin. (TB/N-2)

BERITA TERKAIT