18 March 2020, 18:40 WIB

Ini Imbauan IDI untuk Masyarakat, Rumah Sakit, dan Dokter


Ihfa Firdausya | Humaniora

Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 227 orang per 18 Maret. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun memberikan imbauan kepada masyarakat, Rumah Sakit, dan para dokter dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

Bagi masyarakat, IDI mengimbau agar melakukan gaya hidup bersih dan sehat. Antara lain rajin membersihkan diri, terutama cuci tangan sesering mungkin.

Selain itu, stamina dan daya tahan tubuh harus senantiasa dijaga. "Jika merasa ada gangguan saluran pernapasan, pakailah masker, segera berobat dan istirahat di rumah," seperti tertulis dalam keterangan resmi, Rabu (18/3).

Masyarakat juga diminta untuk mengikuti semua petunjuk dokter ketika dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

"Patuhi petunjuk dokter dan maklumat pemerintah untuk isolasi diri atau karantina rumah. Patuhi maklumat pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial (social distancing) termasuk pembatasan berkunjung ke fasilitas kesehatan kecuali kondisi emergency atau kondisi yang memerlukan pemeriksaan dan tindakan medis segera," papar imbauan IDI.

Di sisi lain, masyarakat diminta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang berbasis telekonsultasi (online) dan home visit care untuk lebih intensif berkonsultasi dan meminta saran dokter.

Baca juga: Perokok Aktif Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19

Lebih jauh, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif ikut memutus rantai penularan Covid-19 di lingkungan tempat tinggal.

Terakhir, jajaran aparat keamanan TNl/Polri sampai Babinsa/Babinkam, serta jajaran aparat pemerintah sampai RT/RW untuk ikut membantu secara penuh mengawasi berjalannya proses pembatasan sosial (social distancing) dan isolasi diri/karantina rumah.

Sementara bagi rumah sakit, IDI meminta agar pihak RS memfokuskan pelayanan pada pandemi dunia Covid-19.

"Lengkapi semua kelengkapan penanganan kasus Covid-19 dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi semua petugas kesehatan. Batasi jumlah penerimaan Pasien Poli dan batasi jumlah pendamping/pengantar pasien hanya 1 orang," kata IDI.

Untuk pasien rawat inap, tidak diperbolehkan dikunjungi kecuali oleh ibu/bapak/wali atau istri/suami/anak yang setiap kunjungan hanya boleh 1 orang.

RS pun diminta untuk melakukan pengaturan penjadwalan jaga bagi petugas kesehatan sedemikian rupa untuk menghindarkan overload dan kelelahan petugas kesehatan.

Terakhir adalah melakukan prosedur penanganan sesuai standar yang ditetapkan pada pasien yang dicurigai Covid-19.

Tidak lupa, IDI memberikan imbauan bagi dokter untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Para dokter juga diharapkan melakukan pengaturan pembatasan jumlah jam praktik dan lama masa kontak dengan pasien.

IDI meminta para dokter berkonsentrasi pada RS/Fasyankes tempat bekerja dan menyiapkan diri sebagai relawan jika dibutuhkan dalam mengatasi Covid-19.

Tak lupa, dokter harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) dan menerapkan Universal Precaution setiap melakukan pemeriksaan terhadap pasien, terutama pasien dengan keluhan gangguan pernafasan atau yang dicurigai terinfeksi Covid-19.

IDI juga berharap para dokter membangun kerja sama yang kuat dan intensif antarsejawat di tempat kerja. Hal ini supaya deteksi dan tata laksana pasien ODP dan PDP berjalan maksimal di semua fasyankes.

Terakhir, dokter diharapkan ikut berperan aktif dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19 dengan memberikan edukasi, sosialisasi, pengarahan, dan contoh tindakan yang baik kepada masyarakat luas. (OL-14)

BERITA TERKAIT