18 March 2020, 14:45 WIB

Gubernur Jateng Edukasi Korona dengan Bersepeda


Haryanto | Nusantara

SOSIALISASI tentang virus korona terus dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Tidak hanya dalam kegiatan resmi, Ganjar getol mengedukasi masyarakat dalam setiap kegiatan keseharian yang dilakukan. Seperti pada Rabu (18/3) pagi saat Ganjar gowes keliling Kota Semarang.

Setiap melihat ada kerumunan orang, Ganjar yang gowes sambil mengenakan kaos bertulis "Bersama Lawan Korona' selalu menyempatkan mampir dan memberikan edukasi.

Tak terkecuali saat melintas di daerah Ngaglik Lama Kota Semarang. Melihat ada ibu-ibu yang sedang asyik berbelanja sayuran, Ganjar mendadak mampir dan turun dari sepedanya.

"Belanja apa bu? Awas itu habis pegang-pegang uang cuci tangan ya. Jaga kondisi, jaga kesehatan dan hindari kerumunan-kerumunan dulu," kata Ganjar.

Sejumlah ibu-ibu yang terkejut dengan kedatangan Ganjar langsung mendekat dan ingin bersalaman. Dengan halus, Ganjar menolak salaman dari warga dan memberikan pengertian.

"Sementara jangan salaman dulu ya, salaman jarak jauh saja. Ini demi menjaga sesama," ucapnya disambut senyum para ibu-ibu itu.

Sekitar lima menit Ganjar berdialog dengan ibu-ibu tersebut sambil memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan bersih. Ia meminta masyarakat tidak takut, namun harus waspada.

"Ora usah pertemuan-pertemuan ndisik (jangan ada pertemuan warga dulu), pertemuane online wae (pertemuan warga daring saja). Perbanyak makan buah, minum vitamin ben seger waras (biar tetap sehat). Tak doake kabeh sehat (saya doakan semua sehat)," imbuhnya sambil berpamitan.

Salah satu ibu ibu yang sedang belanja, Mimah, 56, merasa senang dengan perhatian Ganjar kepada masyarakat. Ia mengatakan bahwa Ganjar tidak pernah lelah mengedukasi masyarakat tentang penanggulangan virus korona ini.

"Kami merasa tenang karena kami yakin pemerintah bekerja dengan baik untuk mengatasi virus ini. Semoga, semuanya kembali normal," ucapnya.

Setelah itu, Ganjar melanjutkan perjalanan ke arah Petempen Kota Semarang. Ketika melintas di depan mushala, Ganjar langsung berhenti dan melihat ke dalam.

Ketika melihat karpet mushala masih terpasang, Ganjar langsung mencari takmir mushala dan memerintahkan untuk dicopot.

"Itu karpetnya digulung saja, lantainya dipel pakai sabun biar semuanya bersih. Di tempat wudhu, harus ada sabun atau hand sanitizer," ucap Ganjar kepada takmir.

Takmir mushala Nurul Ikhlas Petempen, Sirojuddin mengatakan, awalnya karpet di tempat itu sudah digulung. Namun atas permintaan jamaah, karpet akhirnya dipasang kembali.

"Setelah dapat perintah dari pak Ganjar ini, nanti langsung akan kami gulung. Kami juga akan sosialisasikan kepada jamaah untuk membawa sajadah sendiri dari rumah," kata takdir masjid.(OL-13)

Baca Juga: Menkeu Tegaskan BPJS Dimungkinkan Tanggung Pasien Covid-19

Baca Juga: Harga Gas Industri Turun Per 1 April

 

BERITA TERKAIT