18 March 2020, 14:30 WIB

Persediaan Beras Aman, Gula Terus Dipantau


Sri Utami | Megapolitan

Ketersediaan sembako khususnya beras dipastikan cukup untuk konsumsi masyarakat hingga perayaan Idul Fitri pada Mei mendatang. Kepala Bareskrim Polri Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo telah melakukan pengecekan persediaan beras di beberapa tempat bersama pihak-pihak terkait. Dari hasil pengecekan, pihaknya menjamin persediaan beras yang ada di gudang saat ini aman.

"Tadi kami cek di gudang, di pendistribusian, ketersediaan stok beras dari hasil peninjauan dan kesimpulan dari rekan yang ada, stok beras sampai lebaran sangat cukup," ujarnya.

Jaminan ketersediaan beras tersebut dapat dilihat dari stok yang ada di gudang Bulog berjumlah 1,6 juta ton. Jumlah ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan hingga dua bulan ke depan. Selain itu, para petani juga akan memasuki masa panen, sehingga cadangan beras akan bertambah.

Baca juga: Gula Pasir Langka di Tasikmalaya

"Tidak perlu ada kekhawatiran stok beras nasional kita. Jadi, tidak perlu ada kepanikan untuk mengumpulkan dalam jumlah tertentu," ucapnya di Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Demikian pula dengan ketersediaan bawang putih yang akan terpenuhi dalam waktu dekat. Jadi, masyarakat juga tidak perlu panik dengan bawang putih di pasaran. "Iya dalam bulan ini sudah masuk," ujar Listyo.

Sementara harga gula pasir di berbagai daerah mengalami kenaikan karena ketersediannya yang mulai langka. Listyo menjanjikan akan segera menangani dengan memastikan proses pengiriman gula dari luar negeri.

"Memang kami sedang proses perjalanan dari luar negeri masuk ke dalam. Namun stok yang ada dari bulan Mei dan April harusnya ada," cetusnya.

Polri, sambung Listyo, telah melakukan sidak di Lampung dan menemukan perusahaan yang diduga menimbun gula hingga 100 ribu ton. Kemudian gula tersebut diminta untuk segera didistribusikan bersama pemerintah daerah dan juga didistribusikan di Jakarta.

"Ada beberapa perusahaan yang memiliki stok besar sekali, kurang lebih 75 ribu sampai 100 ribu ton. Dan itu tidak terdata di kami. Kami minta untuk segera menyalurkan dengan pemda untuk stok gula tersebut dikirim ke Jakarta dan sepakat mulai hari ini akan dikirimkan sekitar 33 ribu ton untuk memenuhi gula di Jakarta," ungkapnya.

Selanjutnya polri akan memantau jika ada hambatan termasuk rentannya tindak penimbunan pangan yang bisa menghalangi turunnya harga pangan di pasaran.

"Kami akan pantau hambatannya ada di mana. Jadi, tidak ada alasan untuk gula tidak turun. Kita akan telusuri hambatannya ada di mana. Apakah di masalah distribusinya ataukah di stoknya yang masih menumpuk yang sengaja disimpan atau masalah ramainya perizinan akan kami cek semua," tukasnya.

 

BERITA TERKAIT