18 March 2020, 13:02 WIB

Duterte Perintahkan Turis Tinggalkan Filipina Utara


Willy Haryono | Internasional

RIBUAN turis mancanegara diminta segera meninggalkan Filipina utara, maksimal hingga Jumat (20/3) mendatang atau mereka terancam telantar di sana. Hal itu disampaikan Pemerintah Filipina yang telah menerapkan kebijakan karantina untuk wilayah utara di tengah mewabahnya virus korona (Covid-19).

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendeklarasikan karantina masyarakat di pulau utama Luzon. Jutaan warga lokal di Luzon diminta tetap berada di rumah, sementara semua perjalanan darat, laut, dan udara di wilayah tersebut dihentikan.

Langkah drastis tersebut diumumkan Duterte, Senin (16/3) malam, yang juga meliputi pembekuan transportasi massa. Banyak warga Filipina dan juga pendatang yang terkejut dengan kebijakan tersebut.

Baca juga: Tiongkok Mulai Uji Vaksin Eksperimental Covid-19 ke Manusia

Karena kebijakan diputuskan Duterte secara tiba-tiba, kemacetan parah tidak terhindarkan di banyak wilayah Filipina. Ratusan taksi di Manila sempat dihentikan polisi karena dinilai telah melanggar aturan.

Banyak sopir taksi dan kendaraan umum lainnya mengaku tidak tahu mengenai larangan beroperasi. Mereka semua akhirnya dilepaskan polisi tanpa dikenai tilang.

Departemen Kesehatan Filipina mencatat ada 187 kasus Covid-19 di seantero negeri. Selasa (17/3), salah satu pejabat Kemenkes Filipina dinyatakan positif korona.

Sejauh ini, total kematian akibat Covid-19 di Filipina mencapai 14 orang, tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Menteri Transportasi Filipina Raul del Rosario mengatakan pendatang dan turis asing dipersilakan meninggalkan Luzon dalam kurun waktu 72 jam. Jika tidak, mereka terancam akan telantar karena semua penerbangan dari Luzon akan ditutup.

Usai pengumuman tersebut, ratusan hingga ribuan orang memadati bandara utama di Manila. Sejumlah maskapai telah membatalkan beberapa jadwal penerbangan, yang semakin mempersulit masalah bagi para turis yang hendak pulang ke negara masing-masing. (OL-1)
 

BERITA TERKAIT