18 March 2020, 11:08 WIB

Tangani Covid-19, Anies: Perlu Belajar dari Pengalaman Singapura


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jajarannya untuk merujuk kepada pengalaman negara lain guna menghadapi Covid-19. Jakarta, kata Anies, bukan kota pertama yang menghadapi virus menular tersebut. Negara tetangga Singapura juga ikut merasakan. Lalu ada Jepang, Korea dan lainnya.

"Singapura dalam dua bulan jumlah meninggalnya (Covid-19) nol. Bapak ibu sekalian harus punya sense of crisis. Harus ada sense of crisis itu. Tidak boleh bapak ibu ini merasa thinks normal," jelas Anies saat memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI, yang baru dibentuk di Ibu Kota, Jakarta, Rabu (18/3).

Baca juga: Anies: Harus ada Langkah Berani Tangani Covid-19

Sebelumnya, Senin (16/3), Anies dan jajarannya melakukan sejumlah upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Ibu Kota. Salah satunya dengan membatasi jam operasional dan armada transportasi umum yang dikelola badan usaha milik Provinsi DKI Jakarta, yakni Trans-Jakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

"Apa sih tujuannya? Tujuannya mengirimkan pesan kejut kepada seluruh penduduk Jakarta bahwa kita berhadapan dengan kondisi ekstrem. Jadi ketika orang antre panjang, baru sadar, oh iya Covid-19 itu bukan fenomena di WA yang jauh sana. Ini ada di depan mata," kata Anies.

Namun kebijakan itu hanya berlangsung satu hari. Pada (17/3) kemarin, Anies mencabutnya. Menurutnya, kalau kita tidak memberikan pesan efek kejut, warga di Ibu Kota masih tenang-tenang saja. 

"Jadi betul-betul tindakannya cepat, berani. Harus berani! Tidak populer, tidak apa-apa. Karena yang nomor satu adalah soal keselamatan. Saya kalau ditanya apa tiga prioritas utama. Saya katakan nomor satu keselamatan, nomor dua keselamatan, nomor tiga keselamatan. Itu tiga prioritas utama kita, tidak ada yang lain," tandas Anies. (OL-6)

BERITA TERKAIT