18 March 2020, 09:35 WIB

WHO: Perlu Tindakan Agresif di Asia Tenggara Terkait Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan tindakan 'agresif' di Asia Tenggara untuk memerangi virus korona (Covid-19) yang menyebar dengan cepat.

Mereka memperingatkan, Selasa (17/3), beberapa negara di kawasan sedang menuju ke arah penularan komunitas penyakit mematikan tersebut.

Infeksi telah melonjak di seluruh wilayah Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini memaksa beberapa negara untuk menerapkan langkah-langkah drastis, mulai dari menutup perbatasan mereka, memberlakukan jam malam malam hingga menutup sekolah dan membatalkan acara olahraga.

Ada kekhawatiran sistem perawatan kesehatan masyarakat yang masih lemah di banyak negara Asia Tenggara tidak akan mampu mengatasi wabah besar.

"Kita perlu segera meningkatkan semua upaya untuk mencegah virus menginfeksi lebih banyak orang," ujar Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO.

"Semakin banyak kelompok penularan virus yang sedang dikonfirmasi. Meskipun ini merupakan indikasi pengawasan yang efektif dan waspada, hal itu juga menyoroti kebutuhan akan upaya yang lebih agresif dari seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut," kata Poonam.

Baca juga: Microsoft Bing Luncurkan Peta Covid-19 Interaktif

Kita, imbuh Poonam, jelas perlu melakukan lebih banyak tindakan dan itu harus dilakukan segera.

Malaysia memiliki jumlah infeksi tertinggi di Asia Tenggara dengan 673 kasus, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Sejak virus pertama kali muncul di Tiongkok pada Desember, 7.408 orang telah meninggal di seluruh dunia, menurut catatan AFP berdasarkan sumber resmi.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa mengatakan lebih dari 180.000 kasus telah dikonfirmasi di seluruh dunia pada Selasa (17/3). (CNA/Hym/OL-14)

BERITA TERKAIT