18 March 2020, 07:15 WIB

RFEF Kritik Klub La Liga karena Tes Covid-19 ke Semua Pemain


Antara | Sepak Bola

KLUB-KLUB La Liga menjadi sasaran kritik oleh presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) Luis Rubiales karena melakukan tes Covid-19 ke pemain-pemain mereka meski tidak memperlihatkan gejala apa pun.

Padahal, menurut Rubiales, boleh jadi ada lebih banyak orang di Spanyol yang membutuhkan fasilitas pemeriksaan Covid-19 mengingat negara itu merupakan negara Eropa kedua setelah Italia dengan temuan kasus terbanyak.

Data pemerintah Spanyol terkini menyatakan sedikitnya 491 orang meninggal setelah lebih dari 11.000 orang dinyatakan positif Covid-19 dan sebagian daerah diterapkan kebijakan lockdown.

Baca juga: Sempat Bermain di Milan, Kini 35% Skuat Valencia Positif Korona

"Mengetahui hidup banyak orang jadi taruhannya, tentu tidak patut menggelar tes massal ke pesepak bola ketika banyak orang yang lebih membutuhkan," kata Rubiales dalam jumpa pers, Rabu (18/3) WIB.

"Hasilnya bagi para pemain tetap sama. Jika mereka positif dan tanpa gejala parah, mereka diharuskan swakarantina di rumah masing-masing. Melakukan tes ke seluruh pemain seperti itu tampak tidak perlu dan cenderung tidak patriotik di kondisi sekarang," imbuhnya.

Sejumlah klub La Liga, termasuk Valencia, melakukan tes Covid-19 ke seluruh pemainnya. Valencia, Senin (16/3), mengumumkan 35% skuad tim utama dan stafnya positif tertular Covid-19 tanpa memperlihatkan gejala apapun.

La Liga musim 2019/20 saat ini tengah ditangguhkan sebagai pencegahan persebaran Covid-19. Tetapi, Rubiales menegaskan kompetisi akan tetap dirampungkan menyusul keputusan UEFA mengundurkan Piala Eropa 2020 ke tahun depan. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT