17 March 2020, 23:02 WIB

Uni Eropa Cegah AS Ambil Alih Perusahaan Riset Vaksin


Antara | Internasional

PARA pemimpin Uni Eropa (EU) pada Selasa (17/3) akan membahas upaya untuk mencegah AS mengambil alih perusahaan-perusahaan riset yang berbasis di EU yang berada di garis depan dalam mengembangkan obat-obatan dan vaksin terhadap virus korona, kata para pejabat.

Pembicaraan itu, yang akan dilakukan melalui konferensi video luar biasa mengenai tanggapan EU terhadap krisis virus, terjadi sehari setelah Komisi Eropa menjanjikan bantuan keuangan kepada sebuah perusahaan Jerman pascamunculnya laporan bahwa Washington berusaha membujuk perusahaan tersebut untuk memindahkan penelitiannya ke Amerika Serikat.

"Para pemimpin akan membahas apa yang dapat dilakukan untuk mencegah pengambilalihan jahat oleh perusahaan-perusahaan AS di bidang penelitian," kata seorang diplomat, menambahkan bahwa dalam konferensi video jam 5 sore waktu setempat, para pemimpin EU juga akan mempertimbangkan pendanaan baru untuk sektor ini dalam perang melawan virus korona.

Komisi itu pada Senin menjanjikan 80 juta euro (US$88 juta) kepada CureVac yang berbasis di Jerman, sebuah perusahaan bioteknologi yang menurut eksekutif EU telah mengembangkan teknologi baru yang dapat memangkas biaya vaksin dan memberikan respons cepat terhadap COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus korona baru.

Sumber pemerintah Jerman mengatakan pada Minggu bahwa pemerintah AS sedang mencari cara untuk mendapatkan akses ke vaksin potensial yang sedang dikembangkan oleh CureVac.

CureVac mengatakan pada Senin malam bahwa pihaknya belum menerima tawaran pengambilalihan dari Amerika Serikat. (OL-12)

BERITA TERKAIT