18 March 2020, 05:30 WIB

Disnaker Desak Perusahaan Terapkan WFH


(Ins/Ykb/J-2) | Megapolitan

KEPALA Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah bakal memeriksa perusahaan yang belum mengikuti imbauan dari pihaknya agar karyawan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Imbauan itu terkait dengan mewabahnya covid-19. "Saya akan cek, tapi dari kemarin pun sudah ada perusahaan yang menerapkan. Sekarang pun pasti terus bertambah karena bisa dilihat dari tingkat lalu lintas di jalan. Tadi lengang, kan? Itu indikatornya. Itu saja. Gampang, kan?" papar Andri, kemarin.

Disnaker DKI telah mengeluarkan surat edaran bernomor 14/SE/2020 tentang Imbauan Bekerja di Rumah. Beberapa poin yang tertuang dalam surat edaran tersebut, antara lain, mengimbau para pemimpin perusahaan mengambil langkah-langkah pencegahan terkait dengan risiko penularan infeksi covid-19 dengan bekerja di rumah.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan perusahaan berupa menghentikan kegiatan usaha sementara waktu atau mengurangi sebagian kegiatan usaha baik karyawan, waktu, dan fasilitas operasional sementara.

Perusahaan yang tak dapat menghentikan kegiatan usaha harus menyiapkan fasilitas kesehatan, kebutuhan pokok, dan bahan bakar minyak.

Andri mengatakan perusahaan harus melibatkan para pekerja atau buruh hingga serikat pekerja dalam mengambil kebijakan itu. Perusahaan yang telah mengambil kebijakan diharapkan melapor ke Disnakertran.

Andri akan membuat Whatsapp group dengan asosiasi-asosiasi pengusaha untuk memantau perkembangan efektivitas WFH. Disnaker DKI juga bakal mem-posting daftar perusahaan yang sudah menerapkan imbauan itu.

"Nanti datanya bisa lihat di (akun) Instagram kami. Saya selalu update ke situ," cetusnya. Menurut Andri, sejumlah perusahaan sudah melaporkan penerapan WFH.

Perusahaan itu antara lain PT Bayer Indonesia (Mid Plaza Sudirman), PT Astellas Pharma Indonesia, PT Roche Indonesia, PT Johnson & Johnson Indonesia. Ada pula PT Martina Berto, PT Lion Superindo, PT Bank DKI, Hotel Oasis Amir, dan PT Pasaraya Tosersajaya.

Beberapa karyawan yang bekerja di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kepada Media Indonesia mengaku belum mendapat instruksi dari pimpinan mereka agar bekerja dari rumah. "Kabarnya masih dibahas oleh pimpinan perusahaan. Belum ada perintah bekerja dari rumah," kata Sinta. (Ins/Ykb/J-2)

BERITA TERKAIT