18 March 2020, 05:00 WIB

Mahasiswa IPB Terpapar UN SMA Depok Ditunda


(KG/DD/J-2) | Megapolitan

PELAKSANAAN ujian nasional (UN) SMA dan SMK negeri serta swasta sederajat di wilayah Provinsi Jawa Barat, salah satunya Kota Depok, dinyatakan diundur. Keputusan untuk mengundur waktu UN diambil untuk mencegah penyebaran virus korona.

Penundaan UN SMA/SMK negeri dan swasta sederajat itu hingga waktu yang belum ditentukan. "Tak hanya mengundur UN, kami juga meliburkan sekolah mulai 16-29 Maret 2020," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika kepada Media Indonesia di Depok, kemarin.

Sehubungan dengan ditundanya UN dan peliburan sekolah, ujar Dewi, seluruh kepala cabang dinas pendidikan di Provinsi Jawa Barat bersama dengan pengawas sekolah melakukan pemantauan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Dalam kesempatan itu Dewi mengimbau para orangtua peserta didik untuk mengawasi dan memastikan putra atau putrinya belajar di rumah.

Dewi juga mengingatkan kepala satuan pendidikan menugasi setiap guru dan tenaga kependidikan untuk memberikan tugas/pembelajaran jarak jauh kepada seluruh peserta didik yang diliburkan.

Mahasiswa IPB

Serangan virus korona juga sudah masuk ke lingkungan kampus. Pihak IPB University mengakui ada satu mahasiswanya positif terjangkit virus korona, kemarin.

"Betul yang bersangkutan adalah mahasiswa IPB. Sejak mengetahui bahwa ayahnya positif, kami langsung berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bogor," jelas Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti.

Yatri menjelaskan semua proses dibantu Dinkes Kota Bogor hingga yang bersangkutan dijemput ke Jakarta. Dengan adanya kasus itu, pihak IPB langsung mengeluarkan sejumlah kebijakan. Salah satunya dengan melakukan isolasi.

"Kami menindaklanjuti bersama dinkes, meminta pihak-pihak yang sudah kami identifikasi kontak dengan yang bersangkutan untuk mengisolasi diri," pungkasnya.

Sebelumnya, secara terpisah juru bicara penanganan covid-19 Pemkot Bogor, Sri Nowo Retno, menyebutkan status ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 30 orang. Dari 30 orang tersebut, sebanyak 20 orang sudah selesai dan kini tinggal 10 dalam pemantauan.

Dari yang 10 itu termasuk Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Bima Arya harus dipantau selama 14 hari karena baru pulang dari Turki, negara yang terkonfirmasi terjangkit virus korona. (KG/DD/J-2)

BERITA TERKAIT