18 March 2020, 02:00 WIB

Lebih Sederhana karena Korona


Ruta Suryana | Nusantara

PROSESI keagamaan di Bali ikut terdampak korona. Meski tidak dibatalkan, rangkaian perayaan Hari Nyepi juga terkena pembatasan.

"Kami menaati arahan Presiden Joko Widodo. Meski tidak dibatalkan, kegiatan prosesi Melasti tetap dilakukan dengan jumlah peserta yang dibatasi," ujar Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia-Bali, I Gusti Ngurah Sudiana, kemarin.

Selain itu, tempat tujuan Melasti juga disesuaikan. Setiap desa adat bisa memilih lokasi yang terdekat.

"Prosesi Melasti-nya menyesuaikan ke lokasi terdekat dari tiap-tiap

desa adat, bisa ke pantai, danau, muara sungai, Pura Beji, bahkan bisa juga dengan cara ngubeng atau dari pura setempat," tambahnya.

Semua panitia dan peserta juga diminta mengikuti prosedur yang sudah ditentukan instansi yang berwenang. Bahkan, bagi umat yang sakit atau kurang sehat diharapkan tidak mengikuti rangkaian Nyepi, baik saat Melasti, upacara Tawur, dan pengarakan ogoh-ogoh.

Upacara Tawur Agung dilaksanakan sehari sebelum Nyepi, yakni pada Selasa (24/3) dipusatkan di Pura Besakih. Sementara itu, pengarakan ogoh-ogoh ditiadakan.

Selain para tokoh agama, sejumlah pengusaha juga menahan diri. Di Purwakarta, Jawa Barat, pengusaha rumah makan yang tidak pernah sepi, Warung Sate Maranggi Hj Yetty, menyatakan akan menutup usaha sementara. Penutupan rumah makan yang selalu dikunjungi ribuan warga setiap hari itu dilakukan pada Rabu (18/3) hingga akhir bulan. "Kami mendukung edaran pemerintah daerah," ujar Rio, manajer rumah makan yang berada di Jalan Raya Bungursari itu.

 

Objek wisata tutup

Melupakan peluang mendapat pemasukan, pengelola objek wisata di Tanah Air juga memilih menutup kunjungan. Dua objek wisata di Jambi yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, yakni Taman Nasional Kerinci Seblat dan Situs Percandian Muaro Jambi, ditutup sejak kemarin.

"Kami mematuhi surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mencegah mewabahnya virus korona. Kegiatan wisata hingga pendakian tidak diizinkan sampai kondisi memungkinkan," tandas Pemangku Taman Nasional, Tamen Sitorus.

Kebijakan yang sama berlaku di Muaro Jambi, yang biasanya dikunjungi umat Buddha dari Tiongkok, Thailand, dan negara Asia Tenggara lainnya. Saat ditutup, kawasan candi akan dibersihkan dengan cairan disinfektan.

Di Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Bupati Hendrajoni memutuskan untuk menunda penyelenggaraan Festival Langkisau 2020. Festival itu biasa digelar setiap tahun pada 15 April untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pesisir Selatan.

"Festival Langkisau ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Kami menaati instruksi dari pemerintah pusat," kata Hendrajoni.

Kepatuhan juga ditunjukkan pengelola Kebun Binatang Surabaya. Mereka memutuskan menutup sementara lokasi kunjungan favorit warga Jawa Timur itu hingga 29 Maret.

"Kunjungan tutup, tapi karyawan kami tetap masuk, untuk menjaga kondisi kesehatan satwa. Kami harus memastikan kesejahteraan satwa terjamin, tidak telantar, dan tidak kelaparan," kata Dirut Kebun Binatang, Choirul Anwar.

Risiko yang besar juga membuat Pemkab Banyumas, Jawa Tengah, memutuskan tidak hanya menutup objek wisata, tetapi juga tempat hiburan. "Penutupan sampai 29 Maret," jelas Kepala Dinas Pariwisata Asis Kusumandani. (RZ/SL/YH/FL/LD/UA/RF/UL/YP/AT/MR/DW/N-2)

BERITA TERKAIT