17 March 2020, 21:34 WIB

Restoran dan Kedai Kopi juga Butuh Insentif dari Pemerintah


Wisnu AS | Ekonomi

KETUA BPP HIPMI Bidang Industri, Perdagangan, dan ESDM, Rama Datau mengatakan, para pelaku dunia usaha di bidang restoran, kedai kopi, dan sebagainya sudah mengalami penurunan penjualan sebesar kurang lebih 30% semenjak adanya informasi tentang pasien positif virus Covid-19 di Indonesia.

HIPMI sangat berharap pemerintah dapat juga memberikan perhatian cepat kepada para pelaku usaha ini dengan cara memberikan beberapa insentif yang bisa segera dijalankan. "Misalnya menghilangkan pajak PB-1 dan juga PPH 21 untuk gaji karyawan," kata Rama Datau dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Baca juga:Cegah Covid-19, SiCepat Bekali Petugas Alat Pelindung Kesehatan

Menurut dia, para pelaku UMKM di sektor tersebut bersifat cash basis. Untuk bisa menutupi operasional bulanan, mereka mengandalkan pendapatan mereka di bulan berjalan. Jika pendapatan turun di bulan ini, di akhir bulan akan langsung terasa dampaknya.

"Belum lagi di bulan depan kita akan masuk ke bulan puasa dan lebaran, tentu di setiap bulan puasa sudah pasti sales itu akan turun dan di lebaran kita harus menyiapkan dana untuk THR," kata Rama.

Baca juga:Work From Home, JavaMifi Sediakan Internet Unlimited

Jika trend penjualan terus seperti ini dan apalagi kalau makin terjadi penurunan, dikhawatirkan akan banyak pengusaha pengusaha UMKM di sektor F&B akan gulung tikar alias tutup. Selain itu, ia mengusulkan agar PPH 25 untuk UMKM tahun ini dihilangkan dulu.

"Insentif dari pemerintah tersebut minimal bisa membantu untuk bisa memperpanjang nafas guna membayar gaji dari pegawai-pegawai. Karena kita juga setuju untuk tidak melakukan PHK kepada para karyawan kita," imbuhnya. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT