17 March 2020, 20:02 WIB

Jam Operasional Hiburan Malam di Jakarta Akan Dibatasi


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMPROV DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk menekan tingkat keramaian di ibu kota untuk meminimalisasi penularan virus Covid-19

Sebelumnya, Pemprov DKI telah meniadakan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan menutup sekolah selama dua pekan.

Langkah terbaru yang akan segera diambil adalah membatasi jam buka tempat hiburan malam.

"Bentuknya imbauan saja. Sedang disusun redaksionalnya dalam bentuk surat edaran," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Cucu Ahmad Kurnia saat dikonfirmasi, Selasa (17/3).

Cucu mengatakan jika sudah matang, draf surat edaran itu akan segera disodorkan ke meja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk disetujui.

"Nanti tunggu arahan pimpinan juga. Kalau sudah disetujui ya saya tanda tangan," ungkapnya.

 

Baca juga: Disnaker DKI Pantau Perusahaan yang belum Terapkan Work From Home

 

Di Jakarta total ada 701 tempat usaha yang tergolong tempat hiburan dengan rincian karaoke 316 unit, diskotek 81 unit, dan griya pijat sebanyak 304 unit.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (14/3) mengatakan telah bertemu para pengusaha tempat hiburan untuk mengantisipasi lebih jauh terkait dampak merebaknya virus korona.

Dalam pertemuan itu, Anies mengatakan agar para pengusaha bersiap dengan potensi skema pembatasan jam operasional untuk mencegah virus korona semakin luas menyebar(OL-8)

BERITA TERKAIT