17 March 2020, 19:42 WIB

Satu Mahasiswa IPB Positif Covid-19 Terpapar dari Ayahnya


Dede Susianti | Humaniora

INSTITUT Pertanian Bogor mengakui ada satu mahasiswanya positif terjangkit virus korona Covid-19, Selasa (17/3). Terpapar dari ayahnya yang lebih dahulu dinyatakan positif covid-19.

"Perhari ini satu warga Bogor dinyatakan positif dari hasil test Covid19. Mahasiswa IPB dan kost di Sempur. Sudah di evakuasi di Jakarta. Terpapar dari ayahnya di Jakarta yang positif karena kontak dengan pasien positif. Pemkot sedang kordinasi dengan semua pihak untuk telusuri riwayat interaksi dari ybs dan lakukan pemantauan ketat."

"Betul yang bersangkutan adalah mahasiswa IPB. Sejak mengetahui bahwa ayahnya positif, kami langsung berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bogor," jelas Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap, Selasa (17/3) petang.

Yatri menjelaskan saat ini mahasiswa tersebut dalam perawatan di Jakarta. Dan semua proses dibantu sepenuhnya oleh Dinkes Kota Bogor hingga yang bersangkutan dijemput ke Jakarta.

Dengan adanya kasus itu, pihak IPB pun langsung mengeluarkan sejumlah kebijakan. Salah satunya dengan melakukan isolasi.

"Yang pasti kami menindaklanjuti bersama dinkes, meminta pihak-pihaj yang sudah kami identifikasi kontak dengan yang bersangkutan untuk melakukan isolasi diri," pungkasnya.

Sebelumnya, secara terpisah Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemkot Bogor, plt Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, menyebutkan data terbaru terkait kasus Covid-19 di Kota Bogor.

Dia menyebut untuk yang status ODP (orang dalam pemantuan) ada 30 orang

Dari 30 orang tersebut, sebanyak 20 orang dinyatakan sudah selesai dan 10 masih pemantuan. Dari yang 10 itu termasuk Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, yang harus dipantau selama 14 hari karen baru pulang dari Turki, negara yang terkonfirmasi terjangkit korona.

Sedangkan untuk yang PDP (pasien dalam pengawasan), lanjut Sri, ada dua orang. Namun, katanya, satu orang diantaranya sudah selesai dan satu orang masih dalam perawatan oengawasan di runah sakit, sedanf menunggu hasil dari Litbangkes Kemenkes.

Sementara untuk kasus yang di Sempur atau mahasiswa yang dikonfrim pihak Kampus IPB positif, Sri menyatakan status sebelumnya adalah ODP.

"Sebenarnya kemarin dia masuk dalam ODP, yang di Sempur ini. Dia ODP, karena dia tidak bergejala, dia sehat,"ungkapnya.

Lebih detil dia menjelaskan bahwa kasus yang di Sempur itu, memang ada riwayat kontak dengan orang yang positif Covid-19. Dia tinggal di Jakarta dan saat ini pengawasan di Jakarta.

"Dia ada riwayat kontak memang. Tapi dia sendiri sehat, tidak ada keluhan. Tetapi dia memang sudah kita minta untuk isolasi diri di rumah, tidak berpergian atau kontak dengan kerumunan atau aktivitas yang lainnya,"pungkasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT