17 March 2020, 19:41 WIB

Sekolah di Thailand Ditutup Selama Dua Minggu


Nur Aivanni | Internasional

SEMUA lembaga pendidikan di Thailand termasuk sekolah lokal dan internasional, universitas dan pusat pengajaran akan ditutup mulai 18 Maret hingga 31 Maret. Itu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengekang penyebaran Covid-19.

"Mengenai tempat-tempat di mana orang biasanya berkumpul untuk melakukan kegiatan bersama dan dengan demikian bisa dengan mudah menyebabkan penyakit menyebar, termasuk universitas, sekolah internasional, dan setiap lembaga (pendidikan) lainnya, ditutup sementara dari Rabu selama dua minggu , "kata Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (17/3).

Tempat-tempat olahraga dan hiburan di dan sekitar ibukota Bangkok juga akan ditutup selama periode ini. Itu termasuk stadion tinju, tempat balap kuda, pub, teater dan panti pijat.

Toko-toko dan restoran, kata perdana menteri, akan tetap buka tetapi diharuskan menggunakan langkah-langkah tambahan untuk mengurangi risiko infeksi.

Hari libur nasional Thailand dari 13 April hingga 15 April, yang menandai Festival Songkran, juga telah ditunda. Tanggal baru akan diumumkan di masa depan. Saat ini, negara itu fokus untuk memperlambat penyebaran wabah.

Perdana menteri juga mengumumkan bahwa para pelancong dari Tiongkok, termasuk Hong Kong dan Makau, Italia, Iran dan Korea Selatan wajib memiliki asuransi kesehatan dan sertifikat medis yang dikeluarkan dalam waktu tiga hari sebelum memasuki Thailand melalui udara, laut ataupun darat.

Total kasus infeksi virus korona di Thailand sebanyak 177. Thailand telah mencatat satu kematian akibat virus korona, dan 41 pasien telah pulih dan dikeluarkan dari rumah sakit. (OL-8)

BERITA TERKAIT