17 March 2020, 18:17 WIB

SMK Animasi Raden Umar Said Kudus Terapkan Konsep Merdeka Belajar


Akhmad Safuan | Humaniora

DI BAWAH binaan Djarum Foundation, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raden Umar Said Kudus, Jawa Tengah, melaksanakan konsep Merdeka Belajar. Siswa kelas 2 dan 3 diberikan kebebasan untuk memilih dan mengikuti pelajaran sesuai minat dan ketertarikan masing-masing.

Dari pantauan Media Indonesia, Jumat (13/3), ratusan siswa SMK Raden Umar Said Kudus kembali mengikuti kegiatan Maret Festival (Marfest). Seperti sebelumnya, pada hari kedua kegiatan Marfest, disediakan tiga ruang dan pembicara serta materi yang berbeda.

Penggagas Marfest sekaligus praktisi pendidikan Ita Sembiring mengatakan kegiatan Marfest ini mengundang pembicara yakni Aulia Marinto (VP Marketing Management IndiHome), Naya Anindita (Sutradara), Butet Kartaredjasa (Pekerja Seni), Bene Dion (Penulis Script), Daryl Wilson (CEO Kumata Studio), Chandra Endroputro (CEO Temotion-Tempo Animation) Aghi Narottama (Komposer Music Film), Mice Cartoon (Komikus) dan sederet nama lain di dunia seni dan kreatif seperti Mahesa Desaga, Eka Adrianie dan Mia Utari.

Baca Juga: Maret Festival Gembleng Siswa SMK Hadapi Revolusi Industri 4.0

Sementara itu ratusan siswa lain berada di ruang kelas dengan mengikuti berbagai pelajaran hari ini. Mereka terlihat serius tapi santai di ruang kelas seperti kelas desain grafis, animasi, multimedia, studio film hingga kegiatan lain di bawah asuhan guru pembimbing.

Dalam pembelajaran, para pelajar SMK Raden Umar Said Kudus berbeda dengan sekolah lain dengan pelajaran dan jurusan yang sudah ditentukan sekolah. Siswa dari SMK yang dikenal sebagai sekolah animasi ini, terutama siswa kelas 2 dan 3, diberikan kebebasan untuk memilih dan mengikuti pelajaran sesuai minat dan ketertarikan masing-masing.

Program Associate Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengatakan diselenggarakannya Marfest ini menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja pada Revolusi Industri 4.0.

Para siswa SMK ini, lanjut Galuh Paskamagma, diberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki dengan mengikuti kelas inspiratif yakni siswa tidak hanya dibekali teori saja, tetapi juga praktik yang langsung diberikan oleh pemateri yang ahli di bidangnya.

Baca Juga: Siswa SMK di Kudus Siap Hadapi Industri 4.0

Kelas inspiratif bebas diikuti dan dipilih oleh siswa, ujar Galuh, sesuai dengan minat dan ketertarikannyan hal ini selaras konsep 'Merdeka Belajar' yang sudah diterapkan di SMK Raden Umar Said Kudus. Yaitu para siswa bebas menentukan materi belajar sesuai dengan ketertarikan siswa.

“Di SMK Raden Umar Said Kudus, penerapan konsep Merdeka Belajar dimulai pada tahun kedua hingga ketiga,” kata Galuh Paskamagma.

Sedangkan pada tahun pertama, jelas Galuh Paskamagma, para siswa akan memperoleh pengetahuan umum tentang jurusannya. “Konsep Merdeka Belajar ini nantinya akan meningkatkan semangat belajar dan kreativitas siswa karena mereka belajar sesuai dengan passion," tambahnya. (AS/OL-10)

BERITA TERKAIT