17 March 2020, 17:21 WIB

Sampai Hari Ini, Kominfo Temukan 242 Konten Hoaks soal Covid-19


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

TIM Ais Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hingga Selasa (17/3) hari ini menemukan total sebanyak 242 konten hoaks dan disinformasi yang berkaitan dengan Virus Corona (Covid-19).

Adapun seluruh konten berita bohong tersebut tersebar di sejumlah platform, seperti platform media sosial maupun website dan juga platform pesan instan.

Baca juga: Polri Tangani 22 Kasus Soal Berita Hoaks Virus Korona

Menteri Komunukasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pihaknya akan terus melakukan identifikasi dan menangkal setiap informasi yang tidak benar atau hoaks yang beredar di dalam negeri.

"Dari hasil tersebut akan ditindaklanjuti dengan memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta di lapangan," kata Johnny, Selasa (17/3).

Tujuannya, kata dia, untuk melindungi segenap bangsa dan masyarakat dari dampak negatif informasi yang tidak benar terkait dengan Covid-19. 

"Ini bahaya, apabila masyarakat mengkuti informasi yang tidak benar itu," imbuhnya.

Ia menilai tindakan penyebaran isu yang tidak benar di tengah penyebaran Covid-19 saat ini sangat berbahaya, karena berpotensi membuat masyarakat panik dan takut dalam menghadapi bencana non alam ini.

"Hal ini merugikan bangsa dan negara. Dan pelaku juga tidak menjawab panggilan Ibu Pertiwi yang membutuhkan pertolongan," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan dalam mengatasi informasi hoaks Covid-19 yang beredar di media sosial, pihaknya akan menindaklanjuti bersama dengan pemilik platform.

"Tugas dan fungsi Kominfo sesuai dengan kebijakan yang berlaku tidak bisa melakukan penutupan akun yang terbukti menyebarkan hoaks," jelas Samuel.

Oleh karenanya, pihaknya akan memberikan rekomendasi akun-akun mana yang terindikasi melakukan penyebaran hoaks sesuai dengan aduan masyarakat dan patroli di medsos. 

"Kami memberikan rekomendasi kepada pemilik platform dan pihak penegak hukum, kemudian mereka yang menutup akun tersebut," kata Dirjen Semuel.

Baca juga: Meskipun Pandemi Korona, Bawaslu Tak Sarankan Tunda Pilkada

Ia juga menyebutkan, berkaitan dengan konten hoaks yang menimbulkan keresahan pada publik, maka akan ditindak lanjuti penegak hukum yakni Kepolisian. Bila ada unsur delik pidana yang telah dilanggar oleh pemilik akun yang menyebarkan informasi yang tidak benar tersebut.

"Bila sifatnya masif dan menimbulkan keresahan publik maka akan ditindak lanjuti oleh Kepolisian," tukasnya.

(OL-6)

BERITA TERKAIT