17 March 2020, 15:30 WIB

Harga Rempah Bahan Jamu Naik Tajam akibat Korona


Mohammad Ghazi | Nusantara

Harga rempah-rempah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, naik tajam. Kenaikan harga rempah-rempah tersebut dipicu tren minum jamu pasca marak isu korona.

Kenaikan tajam terjadi pada harga jahe, jahe merah, temu lawak, dan sereh. Harga jahe dan temu lawak yang sebelum isu korona masih seharga Rp15 ribu per kilogram sekarang naik tiga kali lipat menjadi Rp45 ribu.

Jahe merah naik menjadi Rp80 ribu dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram. Sementara sere atau saray yang sebelumnya hanya Rp5 ribu per ikat menjadi Rp22 ribu per ikat.

Baca Juga: Dampak Korona, Jahe Merah Langka Dijual Rp90 per kg

Sejumlah pedagang kelontongan di Pamekasan mengatakan terjadi peningkatan pembelian rempah-rempah sejak sepekan terakhir, bukan hanya oleh produsen jamu tradisional, melainkan oleh masyarakat umum.

"Permintaan meningkat sementara pasokan dari pedagang tidak ada penambahan hingga berpengaruh pada harga," kata Saadah, pedagang kelontongan di Pasar Kolpajung, Kota Pamekasan, Selasa (17/3).

Jika melihat dari jenis rempah-rempah yang permintaannya meningkat, kata Saadah, diperkirakan akibat pengaruh isu korona. Sebab jenis rempah-rempah tersebut merupakan bahan utama jamu.

"Untuk jenis rempah-rempah lain yang biasa digunakan untuk bumbu masak seperti lengkuas dan kunyit justru nyaris tidak ada perubahan," katanya.

Baca Juga: Pelaku Jamu Keluhkan Harga Bahan Baku Jamu Melambung

Salah satu produsen jamu tradisional Pamekasan, Nya Cakung, mengatakan permintaan jamu cenderung meningkat sejak sepekan terakhir. Jenis jamu yang mengalami peningkatan pembelian itu adalah jamu yang berkaitan dengan pernafasan dan pencernaan.

"Yang naik tajam adalah jamu berbahan kurkuma (temu lawak) dan jahe," kata produsen jamu tertua di Pamekasan itu. (MG/OL-10)

 

BERITA TERKAIT