17 March 2020, 15:13 WIB

Alkohol 70% Langka di Apotek Tasikmalaya


Kristiadi | Nusantara

UNTUK mengatasi penyebaran virus korona, banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya dengan memborong alhokol 70 persen hingga mengakibatkan stok alkohol 70% di apotek dan toko obat di Kota Tasikmalaya mengalami kelangkaan. Pantauan di Apotek Prima dan Kimia Farma, Apotek Bandung, kemudian apotek di RS HZ Mustofa, dan sejumlah toko obat lainnya, pasokan alkohol 70% habis.

Kekosongan kebutuhan Alkohol telah terjadi di Apotek Prima dan Kimia Farma yang berada di Jalan Siliwangi, Rumah Sakit, HZ Mustofa, Oto Iskandar Dinata, Bandung dan sejumlah toko obat lainnya di Tasikmalaya. Kebutuhan yang digunakan tersebut untuk mencuci tangan diracik menggunakan bahan lain menjadi hand sanitizer.

Seorang pegawai Apotek Bandung, Julia, 40, mengatakan, stok hand sanitizer selama ini telah mengalami kekosongan Harganya pun sudah melonjak mencapai Rp125 ribu dari harga normal Rp30 ribu dalam kemasan 250 ml, dan Rp3000 ribu untuk kemasan 600 ml. 

"Kelangkaan hand sanitizer di setiap  apotek karena ada aksi borong masyarakat. Tidak ketinggalan alkohol 70% sangat sulit ditemukan. Umumnya alkohol dipakai untuk membuat hand sanitizer. Kelangkaan ini sejak wabah korona," kata Julia, Selasa (17/3).

Selain alkohol 70% dan cairan pencuci tangan, pasokan masker juga mengalami kelangkaan. 

baca juga: PMI Cilacap Lakukan Penyemprotan Desinfektan di Fasilitas Umum

"Alhokol 70 persen dan hand sanitizer selama satu pekan sudah hilang di sejumlah Apotek, karena ada beberapa orang memborong. Selain itu masker juga langka. Saat ini barang-barang itu mulai sulit ditemukan di Tasikmalaya," kata Cecep, karyawan apotekyang mengakunya untuk kebutuhan pembersih luka dan mereka membeli dalam jumlah 10 botol. Sedangkan, kebutuhan tersebut sudah langka di beberapa toko obat di Tasikmalaya," paparnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT