17 March 2020, 13:41 WIB

PBSI Puas Raih Satu Gelar di All England 2020


Akmal Fauzi | Olahraga

PENGURUS Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengaku puas dengan raihan satu gelar di All England 2020. Satu gelar memang menjadi target yang dipasang PBSI.

“Tentu kami harus syukur hasil ini, karena tidak mudah. Hasil itu sudah memenuhi target yang diberikan. Kami apresiasi pemain semua yang berlaga,” kata Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto saat dihubungi, Selasa (17/3).

Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menyumbang gelar juara untuk Indonesia di ajang All England 2020. Mereka mengalahkan wakil Thailand Dechapol Puavanukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Sementara Indonesia gagal menambah satu gelar dari sektor di ganda putra. Di babak final Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kalah dari wakil Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Acmad mengaku tidak kecewa dengan penampilan Kevin/Marcus. Dari awal, kata dia PBSI tidak memasang target di sektor tertentu untuk juara di All England.

“Mereka (Kevin/Marcus) sudah tampil maksimal, lebih baik dari pertemuan sebelumnya di Guangzhou. Tetap ada evaluasi untuk selanjutnya,” kata Achmad.

Dia menjelaskan, dua misi dibawa oleh tim untuk berlaga di All England 2020. Misi pertama tentu meraih juara sesuai target. Hal itu sudah dituntaskan Praveen/Melati di ganda campuran.

Misi kedua, kata dia, mengamankan posisi untuk berlaga di Olimpiade. Achmad mengatakan, Hafiz Faizal/Gloria Emmanuelle menjadi salah satu wakil Indonesia yang bisa mengamankan posisi untuk bisa berlaga di Olimpiade 2020.

“Mereka lolos ke delapan besar All England. Artinya posisi mereka tidak berubah di rangking delapan dunia,” kata Achmad.

Hasil All England 2020 tentu akan merubah rangking BWF. Meski belum dirilis, di sektor ganda campuran, Praveen/Melati diprediksi bisa menggeser poisisi wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Hugashino di posisi empat. Artinya, Indonesia berpotensi meloloskan dua wakil di sektor itu ke Olimpiade 2020.

Sementara itu, Kevin/Marcus masih kokoh di peringkat satu dunia sektor ganda putra meski gagal di All England. Diikuti wakil Indonesia lainnya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Sementara itu, tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting harus turun dari posisi tiga ke posisi enam usai hanya bisa bertahan di babak pertama All England. (Mal/OL-09)

BERITA TERKAIT