17 March 2020, 11:15 WIB

Masuk Pintu Bandara Penumpang Dilarang Bersentuhan


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

UNTUK mengantisipasi penyebaran virus korona (Covid-19) Angkasa Pura II Bandara Udara Depati Amir Pangkalpinang memperketat pengawasan terhadap para penumpang baik kedatangan maupun keberangkatan. Saat di terminal keberangkatan, pihak Bandara Depati Amir Pangkalpinang mengharuskan setiap penumpang di pintu masuk diberikan jarak satu meter dengan penumpang lainya agar tidak berdesakan dan saling bersentuhan.

Eksekutif General Manager Angkasa Pura II Bandar Udara Depati Amir, M. Syahril, menyebutkan, saat ini pihaknya memperketat penjagaan terutama pemantauan suhu tubuh dan lainnya.

"Kita memasang Thermo scanner, hand scanner dan membuat jarak tiap penumpang, antara per orang yang antre 1 meter," kata Syahril, Selasa (17/3).


Tak hanya itu, pihak angkasa pura juga menyiapkan pemeriksaan suhu tubuh mandiri di ruang tunggu, ada pelayanan dengan meja berwarna merah yang bisa digunakan oleh semua pengguna jasa untuk cek suhu tubuh mandiri.

"Kami juga melakukan pembersihan dengan mengelap tempat yang sering di pegang," ujarnya.

Disinggung terkait aktivitas penerbangan, sejauh ini dikatakannya masih normal dan belum ada penurunan meskipun di Jakarta saat ini sudah ada pasien yang positif korona. 

"Penerbangan masih lancar, belum ada penurunan atau penundaan, jika pun ada yang cancel bukan karena ini tapi karena cancel operasional, semua masih normal," jelasnya.

Ia menyebutkan, periode Januari- Maret, tren penerbangan masih positif, bahkan mengalami kenaikan 3 persen, dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala KKP Babel, Bangun Cahyo Utomo, mengatakan dalam mengantisipasi atau mencegah penyebaran melalui bandara dan pelabuhan, dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan penyemprotan desinfektan juga memeriksa setiap penumpang yang turun menggunakan thermoscaner.

"Di Bandara HAS Hanadjoedin penempatan thermalscaner dipindahkan terminal domestik yang jumlah penumpangnya lebih besar dengan 18 flight setiap hari, dibandingkan luar negeri. Sedangkan untuk luar negeri  menggunakan thermoscaner dengan cara manual oleh petugas, sebab jumlah penumpang masih dibawah 100 orang sebanyak empat flight," paparnya.

KKP tambahnya, juga sudah menyiapkan sarana dan prasarana termasuk petugas yang bakal bertugas melakukan penyemprotan itu. Penyemprotan desinfektan, akan dilaksakan di Pelabuhan Pangkal balam, Pelabuhan Tanjung Kalian dan Pelabuhan Tanjung Pandang, sedangkan beberapa pelabuhan lainnya bakal disemprot oleh satuan tugas yang dibentuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel.

baca juga: Cegah Covid-19, DPRD Cianjur Batasi Studi Banding ke Luar Daerah

Ia menjelaskan, berdasarkan UU 6/2016, di Indonesia nggak ada istilah lockdown, yang ada adalah karantina wilayah, bisa dilakukan karantina rumah. Kalau eskalasi besar bisa satu wilayah atau rumah sakit. 

"Kami sebagai UPT vertikal Kemenkes siap support, tadi malam bergerak ke bandara, pelabuhan enggak perlu terlalu banyak. BPBD ke sekolah berbagi peran dan tugas," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT