17 March 2020, 10:35 WIB

Singapura Lanjutkan Penutupan Masjid Hingga 26 Maret


Basuki Eka Purnama | Internasional

SELURUH masjid di Singapura akan terus ditutup hingga 26 Maret mendatang untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Hal itu diungkapkan  Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS), Senin (16/3).

MUIS pertama kali mengumumkan penutupan masjid pada 13 Maret selama lima hari setelah dilakukan pembersihan karena ada sejumlah umat yang terbukti positif virus korona pasca-Tabligh Akbar di Malaysia.

"Berdasarkan contact tracing yang dilakukan Kementerian Kesehatan menemukan bahwa lima individu yang terinfeksi kerap berkunjung ke sedikitnya 10 masjid selama periode infeksi mereka," ujar MUIS dalam sebuah keterangan resmi seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (17/3).

MUIS menambahkan, sejumlah masjid di Singapura telah disemprot menggunakan disinfektan dan umat yang beribadah di masjid untuk terus memonitor kondisi kesehatan mereka.

Baca juga: Menhan Zimbabwe: Covid-19 Hukuman Tuhan untuk AS

Menteri Kesehatan Singapura menemukan 101 warga 'Negeri Singa' itu hadir dalam Tabligh Akbar di Malaysia.

"Meski telah dilakukan pencegahan dan penuntukan masjid-masjid kami, masih mungkin lebih banyak kasus muncul lewat transmisi tahap kedua, baik melalui kontrak dari lima individu yang terinfeksi atau dari anggota komunitas yang berkunjung ke 10 masjid itu," ungkap MUIS.

"Tidak mungkin mengidentifikasi dan melacak semua orang yang masuk dalam transmisi tahap kedua karena masjid di Singrapura tidak memiiki sistem keanggotaan dan tidak mencatat umat yang langganan hadir," imbuh lembaga itu.

MUIS mengaku, setelah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan Singapura, mereka memandang risiko penularan dari mereka yang menghadiri Tabligh Akbar di Malaysia sangat besar. (OL-1)

BERITA TERKAIT