17 March 2020, 10:12 WIB

Penumpang Transportasi Umum Diminta Jaga Jarak Saat Antre


Cindy Ang | Megapolitan

PEMPROV DKI Jakarta meniadakan pembatasan jadwal operasional seluruh angkutan umum di Ibu Kota. Namun, sistem jaga jarak sosial (social distancing) tetap diberlakukan.

"Kami mengimbau masyarakat terus menjaga jarak pada saat mengantre angkutan umum," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Pendopo Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (16/3).

Syafrin meminta masyarakat yang mengantre masuk bus atau kereta melakukan lencang depan. Sehingga, tercipta jarak antara penumpang satu dengan lainnya.

"Pola ini kita harapkan meminimalisasi potensi penyebaran virus, bahkan kita hilangkan," ucap Syafrin.

Baca juga: Pembatasan Operasional MRT Batal, tidak Ada Lagi Antrean

Dia menuturkan antrean tidak akan berada di dalam halte maupun stasiun. Syafrin ingin pengguna transportasi umum masuk ke halte atau stasiun sesuai kapasitas.

"Contohnya, saat bus gandeng masuk. maka di dalam bus hanya 60 orang selebihnya kita imbau antre di luar halte," ujar Syafrin.

Masyarakat diminta tidak khawatir soal penumpukan penumpang. Sebab, operasional kembali normal.

Syafrin menyebut petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP telah disiagakan sejak Senin (16/3) sore untuk mengatur penumpukan penumpang. Petugas disiagakan di tiap halte maupun stasiun.

Pemprov DKI sempat membatasi angkutan Moda Raya Terpadu (MRT), Light Rapid Transit (LRT), dan Trans-Jakarta. Pembatasan membuat penumpukan penumpang di sejumlah halte dan stasiun. (OL-1)

BERITA TERKAIT