17 March 2020, 09:43 WIB

Pembatasan Operasional MRT Batal, tidak Ada Lagi Antrean


Tri Subarkah | Megapolitan

SETELAH Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan kebijakan pembatasan pengoperasian transportasi publik, situasi di Stasiun MRT Lebak Bulus kembali normal, Selasa (17/3) pagi.

Bahkan, berdasarkan pantauan Media Indonesia, suasana di stasiun cenderung landai. Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi pada Senin (16/3), saat sejumlah calon penumpang terpaksa mengantre hingga ke luar stasiun.

"Menurut saya kemarin itu terlalu ekstrem, kaget juga," kata Rocky, 30, salah satu penumpang MRT yang ditemui Media Indonesia di Stasiun Lebak Bulus, Selasa (17/3).

Baca juga: Transportasi Massal kembali Normal

Kemarin, Rocky mengaku menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam saat mengantre masuk ke stasiun. Oleh sebab itu, pemberlakuan kembali jam operasional normal MRT, yakni dari pukul 05.00-24.00 WIB, dinilai sebagai suatu hal yang tepat.

"Ini kebijakan yang baik, maksudnya bisa berubah dengan kebijakan normal," ujarnya.

Hal senada juga dirasakan Cindy, 21. Alih-alih work from home (Kerja dari Rumah), ia tetap harus berangkat ke kantornya. Pasalnya, Cindy bekerja sebagai pegawai swasta di pusat perbelanjaan Plaza Indonesia.

"Kemarin tuh mikir, kenapa sih harus ada kebijakan (pembatasan operasional) kaya gitu? Seharusnya sih nggak usah seperti itu. Itu kan merugikan orang yang kerja masuk pagi, orang kantoran," keluhnya.

Cindy yang kemarin pulang pukul 22.00 WIB juga terpaksa harus menggunakan ojek daring, karena kereta MRT hanya beroperasi hingga pukul 18.00 WIB.

"Saya akhirnya pulangnya naik Grab dari Plaza Indonesia ke Lebak Bulus. Jelas aja lebih mahal. Tadinya ada yang gampang kok dipersulit. Mempersulit orang yang pulang malam," kecamnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT