17 March 2020, 09:21 WIB

Mendikbud Sesalkan Masih Banyak Warga Beraktivitas di Luar Rumah


Ihfa Firdausya | Humaniora

PEMERINTAH telah mengimbau masyarakat untuk sebisa mungkin tidak melakukan aktivitas di luar rumah dalam dua pekan ke depan. Presiden Joko Widodo dalam keterangan resminya, Minggu (15/3), mengajak untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Namun, aktivitas masyarakat, khususnya di ibu kota, pada Senin (16/3), tampak tidak banyak berubah. Antrean di stasiun dan halte Trans-Jakarta malah tidak terkendali.

Hal itu disayangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Dia menilai sebenarnya banyak masyarakat yang mampu bekerja dari rumah tetapi masih beraktivitas di luar rumah.

Nadiem meminta masyarakat tidak menyepelekan penyebaran virus korona atau Covid-19.

Baca juga: Bekerja dari Rumah Lebih Tenang dan Tetap Produktif

"Virus korona bukan virus yang bisa diremehkan. Ini virus berbahaya dengan tingkat penularan sangat cepat," katanya dalam sebuah video penyataan, Senin (16/3) malam.

Ketika masyarakat abai dan tetap beraktivitas di luar rumah, kata Nadiem, banyak nyawa bisa terancam.

"Walau pun kita tidak punya gejala-gejala, kita masih bisa menjadi carier dan menularkannya kepada orang-orang dengan kondisi kesehatan yang kurang memadai. Seperti orang-orang lanjut usia, atau punya diabetes, hipertensi, dan berbagai macam kondisi kesehatan lainnya," jelasnya.

"Marilah kita menunjukkan bahwa Indonesia ini negara dengan azas gotong-royong. Marilah kita menyelamatkan nyawa masyarakat orang Indonesia dengan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah," pungkas Nadiem. (OL-1)

BERITA TERKAIT