17 March 2020, 07:35 WIB

Bekerja dari Rumah Lebih Tenang dan Tetap Produktif


Van/Tup/X-6 | Humaniora

MEREBAKNYA virus korona baru (covid-19) di Tanah Air telah mengubah pola aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek. Karyawan dan mahasiswa yang semula pergi ke kantor untuk bekerja dan ke kampus untuk kuliah setiap hari, kini harus melakukannya dari rumah. Hal itu sejalan dengan imbauan Presiden Joko Widodo, Minggu (15/3), yang meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk mencegah penyebaran korona secara masif.

Masyarakat pun diimbau untuk mulai mempraktikkan apa yang disebut work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Itu berlaku buat PNS dan karyawan swasta. Para pelajar juga diminta mempraktikkan aktivitas learn from home atau belajar dari rumah.

Rio, supervisor pajak di sebuah perusahaan swasta, mengungkapkan bahwa perusahaannya sudah menerapkan WFH sesuai arahan pemerintah. Bahkan, sejak jumlah korban posistif korona meningkat menjadi 69 pada Jumat (13/3), atasannya sudah meminta semua karyawan untuk mengopi datadata yang diperlukan dari kantor.

“Hari Senin ini kita tidak ke kantor. Jadi kantor itu benar-benar tutup,” ungkap Rio kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut pengalaman Rio, WFH memang tidak seefektif kerja di kantor. Akan tetapi, dengan penyebaran korona saat ini, ia lebih merasa tenang bekerja dari rumah. “Rasanya sedikit paranoid saat harus berhubungan dan bersalaman dengan orang-orang di sekitar.”

Desliana Maulipaksi, 35, ASN di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengaku, selain merasa lebih tenang, bekerja dari rumah tetap dapat dilakukan dengan produktif. Apalagi pekerjaan sehari-hari yang dilakukannya lebih banyak dilakukan secara daring.

Nadia Shahab, 36, karyawati perusahaan swasta yang juga ibu rumah tangga, menyebut tantangan WFH malah bukan dari perusahaan, melainkan dari sekolah anaknya yang juga menerapkan belajar di rumah.

“Anak saya masih TK, diminta belajar di rumah. Tugasnya banyak. Ada bikin prakarya gunung meletus, harus beli bahan-bahan. Padahal kita kan sebaiknya tidak keluar rumah. Ini yang banyak diprotes orangtua,” cetusnya. (Van/Tup/X-6)

BERITA TERKAIT