17 March 2020, 07:17 WIB

Setiap Rumah Sakit di Blora Sediakan 5 Unit Kamar Isolasi


Akhmad Safuan | Nusantara

MENGHADAPI wabah virus korona, setiap rumah sakit di Kabupaten Blora, Jawa .Tengah wajib menyediakan lima kamar isolasi. Seluruh kantor dinas   dibatasi keluar daerah atau menerima tamu dari luar daerah.

Meskipun belum ditemukan PDP, namun Pemerintah Kabupaten Blora tidak mau kecolongan dengan melakukan antisipasi menghadapi serangan virus korona  yang sudah mulai menyerang warga di Jawa Tengah ini, yakni dengan menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penanggulangan COVID-19.

"Berbagai langkah kita tempuh untuk mengantisipasi munculnya korban virus korona, meslipun hingga saat ini masih zero," kata Bupati Blora Djoko Nugroho usai pertemuan dan rakor penanggulangan COVID-19, Senin (16/3).

Berdasarkan hasil rapat koordinasi, demikian Djoko Nugroho, diikuti Kepala OPD, Kepala Instansi Vertikal, Camat, Kepala RS Pemerintah dan Swasta,  Kepala Puskesmas, Perguruan Tinggi, TNI, Polri, FKUB, KONI, dan stakeholder terkait itu, ada 14 poin langkah yang ditempuh oleh Pemkab Blora untuk  menanggulangi covid-19 tersebut dan hal ini harus segera ditindaklanjuti tanpa memunggu kejadian luar biasa (KLB) terlebih dahulu.

Poin keputusan Rakor Penanggulangan COVID-19,  anjut Djpko Nugroho, yakni anak sekolah belajar di rumah sejak 16 Maret 2020 hingga 14 hari kedepan baik yang ada di bawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama.  

"Belajar dirumah ditujukan untuk mengurangi interaksi anak dengan lingkungan yang ramai," tambahnya. 

Selama kegiatan belajar di rumah, orang tua wajib mengawasi dan mengarahkan anaknya, dianjurkan tidak berjabat tangan dan cipika-cipiki saat memberikan salam, diganti dengan bentuk salam lainnya yang tidak menyentuh tangan.

Seluruh PNS/ASN, ungkap Djoko Nugroho, diminta tetap masuk kerja namun tidak ada apel dan kegiatan dinas keluar daerah maupun penerimaan tamu dari luar daerah.

"Kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang diminta untuk ditinjau ulang atau ditunda," imbuhnya.

Tempat ibadah / masjid untuk dibersihkan secara rutin, utamanya sebelum salat Jumat dan setelahnya,  dilakukan pembersihan dengan disemprot disinfektan. Termasuk penyemprotan disinfektan dilakukan di kantor dinas atau OPD, tempat wisata, pasar dan pusat perbelanjaan diwajibkan menyediakan termometer pengukur suhu badan dan hand sanitizer.

baca  juga: Taman Wisata Gunung Ijen Tutup

Djoko Nugroho mengatakan dilakukan pembatasan jumlah penunggu pasien di rumah sakit dan pelarangan besuk pasien secara rombongan, serta mewajibkan masing-masing rumah sakit se Kabupaten Blora untuk menyediakan 5 unit kamar isolasi pasien terduga covid-19.

"Kira bentuk posko Covid-19 dibawah kendali Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora dan Hotline pelayanan informasi COVID-19 bisa menghubungi DKK Blora melalui nomor 0296-5300119 atau 0857 2727 2119,"  ucap Djoko Nugroho. (OL-3)


 

 

BERITA TERKAIT