17 March 2020, 06:58 WIB

Liga 1 dan Liga 2 Ditunda Selama Dua Pekan


Rendy Renuki H | Sepak Bola

KETUA Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Cucu Sumantri mengumpulkan manajer klub Liga 1 dan Liga 2 dalam Rapat Luar Biasa di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (16/3). Hasil rapat tersebut memutuskan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ditunda selama dua pekan.

Selain Ketua Umum PSSI dan Dirut PT LIB, Rapat Luar Biasa yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri Komisaris Utama LIB Sonhadji, Direktur Operasional LIB Sujarno, Direktur Bisnis LIB Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan LIB Anthony Chandra Kartawiria.

Pada kesempatan pertama, Iriawan meminta para direksi LIB dan manajer klub Liga 1 serta Liga 2 menyimak arahan Presiden Jokowi terkait persebaran virus korona. Presiden menginstruksikan menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, salah satunya kompetisi liga.

Baca juga: Pelatih Persib:Tidak Ada Nyawa Seharga Pertandingan Sepak Bola

"Setelah berkoordinasi dengan Menpora, LIB, dan Exco, Sabtu lalu, kami putuskan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 yang sudah terjadwal ditunda minimal dua pekan sembari menanti perkembangan terkini atas persebaran virus korona," kata Iriawan.

Selain itu, PSSI juga menunda kompetisi futsal, sepak bola putri, dan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19.

"Khusus Timnas U-16 di Bekasi, hari ini kami percepat TC mereka dan langsung kami pulangkan para pemain serta ofisial," tambahnya.

Pada kesempatan ini, Iriawan meminta Dirut LIB dan jajarannya menyusun kembali jadwal perputaran Liga 1 dan Liga 2. Kemudian hal-hal yang bersifat teknis dan admintratif agar dikordinasikan dengan manager Liga 1 dan Liga 2.

"Juga untuk membuat assesment risiko dan rencana mitigasi atas jalannya liga setelah dua pekan ke depan. PSSI akan memberikan asistensi teknis kepada PT LIB untuk melakukan kajian bersama dengan liga-liga internasional lainnya, khususnya Asia Tenggara terhadap kebijakan yang akan diambil secara global,” kata pria yang akrab disapa ‘Iwan Bule’ itu.

PSSI juga akan membantu LIB melakukan kajian cost manajemen risiko di masing-masing klub dalam kondisi terburuk usai dua pekan penghentian sementara kompetisi.

"PSSI akan senantiasa bersama-sama dengan klub dalam menghadapi segala kemungkinan terburuk dan mengambil langkah yang diperlukan," tegasnya.

Iriawan menekankan, PSSI akan membuat surat kepada Menpora tentang langkah-langkah yang diambil PSSI tindak lanjut Kepres No 7 tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disesase 2019 (COVID-19).

"Kami juga akan berkirim surat ke FIFA, AFC, dan institusi terkait lainnya untuk menyampaikan keputusan ini, termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian RI terkait penundaan jadwal pertandingan liga," paparnya.

Saat ini, kompetisi Liga 1 2020 telah memasuki pekan ketiga yang sementara menempatkan Persib Bandung sebagai pemuncak klasemen dengan mengemas sembilan poin. Sementara itu, Liga 2 2020 baru saja melakukan kick off laga perdana pada Sabtu dan Minggu, 14 dan 15 Maret kemarin.

"Kita lihat selama dua pekan bagaimana masa inkubasi virus ini. Tapi selengkapnya kita tunggu instruksi pemerintah selanjutnya, yang nanti akan saya sampaikan secara langsung kepara para pemangku kepentingan sepakbola Indonesia," kata Iriawan.

Secara khusus pria yang akrab dipanggil ‘Iwan Bule’ ini menyampaikan apresiasi kepada tim dan perangkat pertandingan yang seharusnya bertanding kemarin, yakni Persis Solo menjamu PSCS Cilacap dan Persewar Waropen melawan Putra Sunan Giri.

"Terima kasih karena sudah mematuhi instruksi dari induk organisasi sepakbola yakni PSSI sehingga bersedia untuk menunda pertandingan kemarin," kata Iriawan.

Di sisi lain, Iriawan juga mengingatkan kepada klub untuk membantu mengendalikan suporter mereka. Hal ini menyikapi kejadian insiden suporter PSIS Semarang melawan Arema FC pada Sabtu, 14 Maret 2020, lalu di Stadion Moch Subroto, Magelang.

"Kami ingin kejadian tersebut tidak terulang kembali di pertandingan-pertandingan berikutnya. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan. Tentunya kompetisi kita harus bisa berjalan baik, sportif dan menjadi tontonan menarik," tukas Iriawan. (OL-1)

BERITA TERKAIT